Ilustrasi. (internet)
Ilustrasi. (internet)

Warga Desak PT APS Perbaiki Jalan Rusak

MENITRIAU.COM - LANGGAM - Pemerintah Kabupaten Pelalawan diminta menghentikan operasional alat berat PT Asia Petrocom Serves 7520 (APS). Perusahaan tersebut dituding sebagai biang kerok hancurnya jalan aspal di Tambak sepanjang 1,5 km. Pihak perusahaan berjanji memperbaikinya.

Jalan yang menghubungkan Kelurahan Langgam sebagai ibukota Kecamatan Langgam menuju Desa Tambak-Bakung kondisinya kini sangat memprihatinkan.

Kendati keberadaan alat berat PT Asia Petrocom Serves 7520 (APS) kontraktor PT EMP Bentu, atau masyarakat lokal lebih mengenal dengan sebutan PT Kalila mendapat tentangan dari sejumlah masyarakat, namun apa daya kemampuan warga terbatas.

Keluhan masyarakat ini disampaikan Adi Ahmad, tokoh masyarakat Desa Tambak, Langgam, Pelalawan, Riau, Selasa (12/3/2019)

"Ya, aktivitas alat berat PT Asia Petrocom Serves 7520 (APS), kontraktor PT EMP Bentu, telah merusak mulusnya aspal yang dibiayai melalui anggaran ABPD beberapa tahun silam," urainya, seraya melanjutkan bahwa jalan sepanjang 4 kilo meter ini, sebelumnya mulus, namun sejak ada aktivitas perusahaan, jalan mulus tersebut hancur. Khususnya di empat titik yang sangat parah dan diperkirakan mencapai panjang 1,5 kilo meter.

Melihat kodisi jalan hancur, Pemerintah Kecamatan Langgam agar turun kelokasi dan dapat melakukan langka-langka antisipasi agar dibagian lain jalan tak rusak.

"Dan disisi lain, Pemkab Pelalawan didesak dapat menstop aktivitas alat berat PT Asia Petrocom Serves 7520 (APS) kontraktor PT EMP Bentu, dan didesak juga untuk memperbaiki jalan yang rusak oleh perusahaan mereka," tutupnya. 

Di tempat terpisah, Kepala Desa Tambak, Nerwan, membenarkan keluhan warganga (Adi Ahmad, red). 

"Ya, benar biang kerok hancurnya jalan aspal Tambak sepanjang 1,5 km. Jalan yang menghubungkan Kelurahan Langgam sebagai ibu kota Kecamatan menuju ke Desa Tambak-Desa Bakung kondisinya kini sangat memprihatinkan. Adalah ulah PT Asia Petrocom Serves 7520 (APS)," jelas Kapala Desa Tambak Nerwan, kepada media ini.

Jadi apa yang disampaikan Adi Ahmad tokoh masyarakat Kedesaan Tambak, Selasa (12/3/2019) adalah benar adanya.

Untuk itu sambung kades, Pemerintah Desa Tambak akan melayang sikap protes kepada perusahaan tesebut.

"Dan kita protes ulah perusahaan ini. Dan kita disampaikan secara resmi kepada perusahan. Jika nanti tidak respon, aparat desa bersama masyarakat akan menyetop aktivitas perusahaan PT Asia Petrocom Serves 7520 (APS) kontraktor PT. EMP Bentu," ujarnya. 

Janji Diperbaiki

Di tempat terpisah, GPA Manager EMP mengungkapkan, saat ini EMP Bentu ada project drilling sehingga masih menggunakan jalan tersebut. 

"Jalan akan kami perbaiki dan salah satu upaya yang sudah kami lakukan adalah melakukan survey bersama dengan pihak kelurahan dan Dinas PUPR Kabupaten Pelalawan," tutup Amru. ***



Bagikan :
Bagikan tulisan ( berita/opini ) anda ke TIM Redaksi kami
Email : redaksi@menitriau.com
(Sertakan Foto dan Data Diri Anda)