PT Pertamina (Persero). (internet)
PT Pertamina (Persero). (internet)

Pertamina Putuskan Hubungan dengan Pangkalan Elpiji di Aceh Utara

MENITRIAU.COM - LHOKSUKON - PT Pertamina Marketing Operation Region (MOR) I Areal Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) memutuskan kontrak atau pemutusan hubungan usaha (PHU) dengan satu pangkalan di Kecamatan Tanah Jambo Aye, Aceh Utara, karena ditemukan menjual gas elpiji tiga kilogram kepada pengecer.

Temuan ini berdasarkan hasil pengawasan pertamina pada 8 April 2019. “Ini termasuk pelanggaran berat, karena itu dalam waktu dekat kami akan menyampaikan surat kepada mereka untuk kemudian akan dilakukan PHU. Jadi, kalau sudah PHU, tidak ada pasokan elpiji ke pangkalan tersebut,” ujar Unit Manager Communication & CSR Pertamina MOR I, M Roby Hervindo kepada Serambi.

Disebutkan, terkait pemberitaan Serambi pada edisi 8 April 2019 dengan judul “Elpiji Langka di Aceh Utara”, pihaknya langsung melakukan tindak lanjut pengawasan ke lapangan. “Kebutuhan elpiji 3 kg di Aceh Utara dilayani 359 pangkalan. Pemeriksaan kami kepada pangkalan pada Selasa (9/4), ditemukan rata-rata tersedia stok elpiji sekitar 975 tabung per pangkalan,” ujar Robby yang dikutip dari serambi.com, Sabtu (13/4/2019).

Pertamina, kata Robby, juga sudah menginstruksikan kembali kepada pangkalan elpiji untuk mendistribusikan elpiji 3 kg kepada konsumen langsung, dengan harga eceran tertinggi (HET) yaitu Rp 18.000/tabung. Bagi pangkalan yang tidak mematuhi peraturan, akan dikenakan sanksi sesuai tingkat pelanggarannya.

“Dari hasil pemeriksaan ke lapangan, ditemukan pangkalan di Desa Samakurok, Kecamatan Tanah Jambo Aye, yang melanggar ketentuan dengan menjual kepada pengecer. Untuk itu kami tindak tegas dengan PHU. Pangkalan lain tetap kami awasi, bekerja sama dengan Dinas Perdagangan Pemkab Aceh Utara,” tulis Robby.

Pertamina juga mengimbau warga untuk membeli elpiji 3 kg di pangkalan resmi dengan harga sesuai HET. Ketersediaan elpiji di pangkalan selalu dimonitor melalui sistem monitoring elpiji 3 kg (Simol3k) maupun pemeriksaan ke lapangan oleh petugas.

“Sebelumnya kita juga memberikan warning kepada lima pangkalan di Aceh Utara, karena melakukan pelanggaran,” ujar Robby. Namun, lima pangkalan tersebut tidak diputuskan kontrak, karena pihaknya melakukan pembinaan dan memberikan kesempatan untuk memperbaiki kesalahannya.

Laporkan via Email dan Telepon

Unit Manager Communication & CSR Pertamina MOR I, M Roby Hervindo juga menyebutkan, bila warga menemukan indikasi pelanggaran oleh pangkalan, dimohon melaporkannya kepada Pertamina melalui nomor telepon 1500 000 atau email pcc@pertamina.com, untuk dapat ditindaklanjuti.

“Setiap laporan yang disampaikan kepada kami pasti akan kami tindaklanjuti. Tapi tentu kami akan periksa dulu kebenaran laporan yang disampaikan tersebut, karena semua pangkalan dalam pengawasan kami. Jika benar nantinya melakukan pelanggaran, pasti akan diberikan sanksi,” ujar Robby. ***



Bagikan :
Bagikan tulisan ( berita/opini ) anda ke TIM Redaksi kami
Email : redaksi@menitriau.com
(Sertakan Foto dan Data Diri Anda)