Anggota TNI dan BWS Sumatera II membersihkan sampah di sungai Kota Medan, Selasa (23/4/2019). (kapendam)
Anggota TNI dan BWS Sumatera II membersihkan sampah di sungai Kota Medan, Selasa (23/4/2019). (kapendam)

Prajurit Kodam I/BB dan BWS Sumatera II Bersihkan Sungai di Kota Medan

MENITRIAU.COM - MEDAN - Seratusan prajurit TNI dari Kodam I/Bukit Barisan bersama anggota Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera 2, Selasa (23/4/2019) pagi, membersihkan aliran sungai inti di Kota Medan, Sumatera Utara. 

Tujuan kegiatan ini adalah untuk membersihkan aliran sungai yang membelah inti kota ini dari sampah, maupun rumput liar yang tumbuh di badan sungai. 

Koordinator lapangan, Kamsia dari BWS Sumatera II mengatakan, kegiatan ini dalam rangka memeringati Hari Air Sedunia XXVII Tahun 2019.   

"Titik sasaran badan sungai yang dibersihkan mulai dari Sei Sikambing kawasan Titi Bobrok hingga Sei Setiabudi Pasar Rejo. Ada sekitar 2 Km panjang aliran sungai yang kita bersihkan," ucapnya. 

Sementara itu, Pabandya Bakti TNI Sterdam I/BB Letkol Inf T Bayu Murwanto menyebutkan, sebelum kegiatan dimulai, lebih dulu dilakukan apel pengecekan personil. Kemudian dilanjutkan pembagian sektor wilayah pembersihan. 

"Kegiatan ini melibatkan 201 orang. Dari Kodam I/BB, yakni Yonzipur I/DD 50 orang, Yonkav 6/NK 50 orang, BWS Sumatera II 50 orang, Organisasi Peduli Sungai 25 orang, warga masyarakat 25 orang, dan Babinsa," rinci Bayu. 

"Pekerjaan pembersihan aliran sungai ini dilakukan dengan dukungan empat unit truk sampah, tiga unit mesin babat rumput, garuk sampah, sapu, parang, cangkul dan kantong sampah," tambahnya dalam siaran pers yang diterima menitriau.com.

(Peserta pembersihan sungai inti Kota Medan berdoa sebelum bekerja) 

Korlap pembersihan sungai inti Kota Medan Kamsia juga menambahkan, dari kegiatan ini, pihaknya memperoleh sejumlah masukan yang menjadi atensi perbaikan kegiatan di kemudian hari. 

Yakni, keterlibatan masyarakat kurang maksimal karena tidak adanya sosialisasi dalam perencanaan kegiatan. "Kemungkinan, para Kepling maupun Lurah masih sibuk dalam rangka Pemilu," ucapnya. 

Selain itu, pekerjaan pengambilan sampah dari sungai tidak didukung oleh alat yang memadai, sehingga proses pembersihan menjadi kurang maksimal.

"Hal yang cukup penting adalah, masih kurangnya kesadaran masyarakat agar tidak membuang sampah ke  sungai. Perlu sosialisasi terus menerus kepada masyarakat yang tinggal di sepanjang bantaran sungai," pungkasnya. ***



Bagikan :
Bagikan tulisan ( berita/opini ) anda ke TIM Redaksi kami
Email : redaksi@menitriau.com
(Sertakan Foto dan Data Diri Anda)