Dr Aries Harianto, SH, MH. (istimewa)
Dr Aries Harianto, SH, MH. (istimewa)

Jawa Timur Miniatur Nasional Jadi Kunci Kemenangan Jokowi-Ma'ruf

MENITRIAU.COM - JAKARTA - Peran Yenny Wahid, tidak bisa dimungkiri dalam menggenjot suara pemilih di Jawa Timur. Kerja keras Yenny akhirnya membuahkan hasil. Hasil quick count, 01 lebih unggul dari 02.

Dosen Pasca Sarjana dan Wakil Dekan III , Fakultad Hukum Universitas Jember Dr. Aries Harianto, SH. MH, mengatakan, cenderung menggunakan pendekatan kontekstual dinamis. Bukan parsial statis yang melihat dan mencermati objektifitas tersekat dalam teritorial tertentu.  

"Saya memposisikan  Jawa Timur sebagai miniatur Indonesia kecil karena statistika hasil quick count secara faktual absolut memenangkan paslon 01. "ungkapnya. Kamis (25/4/2019).

Aries menjelaskan, statistika hasil quick count dalam perspektif persebaran wilayah secara normatif, menjadi tidak penting.  Kalau Jawa Timur adalah miniatur nasional, maka kunci kemenangan paslon 01, dilatarbelakangi banyak faktor . Subjek prilaku paslon 01 mengakomodasikan figur agamawan atau ulama. Ini berarti paslon 01 secara empiris melembagakan aspek emosional pemilih yang masih menempatkan agama sebagai sensasi pengambilan keputusan individu. 

"Karakter aksi prilaku paslon 01 diuntungkan oleh sikap tindak paslon 02 yang secara kenyataan berseberangan dengan paslon 01. Temperamental, bahkan terkesan menyerang, "tuturnya.

Kenyataan semacam ini, lanjut Aries, justru kontraproduktif dengan psycologi mayoritas pemilih yang masih berkutat dengan ‘psycologi figur’ ( mengedepankan who, daripada what ), ‘psycologi pecundang’, karena siapa di hadapan pemilih terkesan teraniaya, maka simpati  akan berpihak pada paslon. 

"Dengan kata lain, tantangan keaktoran paslon 01 sungguh cerdas menjawab kebutuhan afektif pemilih, "terangnya.


Wakir Dekan ini memaparkan, masyarakat sudah mulai melek fakta dan berfikir fungsional. Jokowi adalah paslon yang telah mengukir fakta produktifitas yang dirasakan mafaatnya selama menjabat dengan proyek infrastrukturnya, disamping masih tidak tercemar dengan ragam cacat yang ada. Dukungan NU sebagai komponen civil society. Termasuk ormas keagamaan lainnya.

"Kalau ukuran sosok itu sebagai elit pribadi populis,  mereka yang selama ini afiliasi pada mesin partai, struktur birokrasi dan ormas pendukung, berikut para figur yang saat ini memiliki kewenangan otoritatif baik formal maupun informal, "tegas 

Terkait peran keluarga Gus Dur di Jatim, menurut Aries, hati hati memposisikan keluarga Gus Dur. Gus Dur dan keluarga itu representasi keragaman lho. Bisa jadi antara ibu dan anak berbeda pilihan, termasuk sesama anaknya. Posisi strategis keluarga Gus Dur tentu tidak bisa dilepaskan dari keberadaan NU, meski secara objektif Gus Dur lebih besar dari NU. 

Namun, jika kemenangan paslon 01 ini ditautkan dengan keberadaan keluarga Gus Dur sebagai ikon yang berpihak, tentu tidak bisa dipungkiri sebagai wahana yang memberikan nilai tambah kepada paslon 01. 

"Spektrum peran sebagai bentuk dukungan itu terpeta demikian .Gus Dur sebagai potret Kyai, Cendekiawan dan Petinggi Nahdliyin, Pluralisme, dan kontinuitas Yeni Wahid sebagai wujud komitmen dan konsistensi esensi perjuangan, "jelasnya.  

Aries memaparkan, realitas demikian memilik ruang pada paslon 01. Karena itu, pengertian peran di sini pada hakikatnya adalah frekuensi yang sama atas misi dan orientasi perjuangan keluarga Gus Dur. 

Soal seberapa besar peran keluarga Gus Dur,  tentu tidak bisa diukur secara statistika. Lebih tepat menyatakan bahwa Yeni Wahid turut andil menggiring opini sehingga aspek rasio dan emosi pemilih terwadahi dalam paslon 01. 

"Jangan lupa, seorang Yeni Wahid menjatuhkan pilihan bukan semata mata musabab figur, tetapi garis perjuangan, mengingat kebenaran pragmatis fungsional yang menjadi komitmen dan konsistensi keluarga Gus Dur menjadi penting dan mendasar," ungkap Aries. (Ben)



Bagikan :
Bagikan tulisan ( berita/opini ) anda ke TIM Redaksi kami
Email : redaksi@menitriau.com
(Sertakan Foto dan Data Diri Anda)