H. Hadimihardja. (istimewa)
H. Hadimihardja. (istimewa)

Jadilah Pemenang dalam Hidupmu

MENITRIAU.COM - Seandainya engkau mengetahui bahwa besok hari Kiamat dan ditanganmu ada debutir biji kurma, maka tanamlah (Al-Hadist)

" Pelaut ulung tidak lahir dari laut yang tenang, tetapi lahir dari laut yang bergelombang, angin dan badai yang dihadapinya saat mengarungi samudra menuju pulau harapan "

Perjuangan hidup itu memerlukan pengorbanan, " No pain no gain" jer basuki mawa bea " No free lunch ". Tak ada yang " Gratis " dalam hidup ini. Semuanya harus diperjuangkan dengan kerja keras, kerja cerdas, serta kerja ikhlas selama  hayat dikandung badan.

Menang berarti berhasil, juara, sukses, dll. Jadi pemenang berarti seseorang yang berhasil mengalahkan lawan-lawannya, atau seseorang yang berhasil menjadi juara karena memperoleh nilai tertinggi atau juga karena dia sukses dalam menyelesaikan suatu pekerjaan, atau mengikuti suatu kompetisi. Jadilah pemenang dalam keadaan apapun,jangan mengharapkan orang-orang di sekeliling kita langsung menghargai sikap optimis ini, persiapkan diri untuk memgatasi segala hal-hal negatif.

Menjadi pemenang tidak berarti selalu menang, tetapi tetap tenang ketika mengalami kegagalan dan tidak panik ketika mengalami kegagalan. Pemenang dalan hidup adalah prinadi yang berani menghadapi kehidupan, tidak gentar menghadapi tantangan, tidak takut menghadapi kesulitan, tidak tergantung pada situasi, dan tidak dikalahkan oleh hal-hal yang negatif.

Tak perlu berkeluh kesah bila matahari tersungkur menyambut kegelapan. Karena sebentar lagi, engkau akan melihat bintang-bintang bertebaran di langit dan bulan purnama menghangatkan penghuni yang ada dibumi. Ketahuilah, kegagalan bukanlah akhir perjalanan.

Kegagalan adalah berita langit yang memberikan pelajaran paling berharga untuk menapaki jalan menuju SUKSES. Tak perlu takut bila terjatuh, justru merintihlah dengan penuh rasa getir bila engkau enggan berdiri untuk bangkit. INGAT...tersandung itu belum jatuh. Tak ada anak kecil, berlari kencang, kecuali mengalami jatuh, bahkan terluka. Lihatlah dengan penuh haru.

Betapa pepohonan dilereng-lereng gunung menyambut hembusan angin dengan wajah sumringah. Karena mereka tahu, hanya pepohonan yang diterjang angin badailah yang akan tumbuh kuat mencengkeram tanah dengan akar-akarnya semakin kokoh. Layang-layang naik menjulang karena ia menantang angin, bukan mengikutinya.

Kapal bagus bukan untuk ditonton atau ditambatkan dipelabuhan, tetapi karena kemampuannya berlayar menerjang samudra dibadai topan yang dinakhodai oleh nakhoda yang tangguh dan pemberani. ALLAH berbisik disetiap nurani manusia yang tabah."Apakah kamu mengira, kamu akan masuk surga, padahal kamu nyata bagi Allah siapa orang-orang yang bersungguh-sungguh diantaramu, dan belum nyata orang-orang yang SABAR." (31:142).

Setiap hari, muadzin selalu menyerukan dan mengetuk hati nurani manusia dengan seruan "HAYYA 'ALAI FALAH" Ayo menuju keberuntungan dan kemenangam. Tapi renungkan dengan hati yang paling dalam dan tajam, ternyata seruan Hayya 'alai falah pastilah didahului dengan seruan "HAYYA 'ALAS SHOLAH". Seakan-akan memberi isyarat tidaklah kemenangan akan diraih, kecuali engkau bergerak, qiyam ruku' dan sujud.

Meneteskan keringat, mengerahkan segala do'a untuk merentangkan jembatan ikhtiar,agar setiap hari kita akan masuk dalam rombongan kaum beruntung, para pemenang. Al Muflikuun. Generasi penerima amanah langit, bukanlah manusia kardus yang rapuh tertimpa hujan. Jiwa para pemuda yang berjiwa FUTUWWAH (kesatria) adalah para pemberani untuk menghadapi tantangan. Karena sang JUARA (the champ) yang siap menerima tantangan. Sedangkan para pecundang tersingkir dari gelanggang dan lalu dilupakan.

Disini dalam dera dunia yang menderu debu, tidak ada tempat bagi manusia lemah yang terpuruk dibalik selimut kemalasan. Disini hanya ada tempat untuk mereka yang siap bertarung menunjukkan taring dengan terang. Maka bila mau sejenak bercermin dari para PEMENANG KEHIDUPAN , selalu akan kita jumpai jiwa yang tabah menempuh cita-cita.

Jiwa para pemenang selalu suka cita, berdendang riang, menghadapi tantangan dan ujian. Jangan bersedih, jangan berkeluh kesah. Karena ratapan tak pernah membuat kehidupan berhenti (Ali Imran : 139).  Ya. Pada kamus para pemenang, tidak akan ditemukan kata MEMYERAH, apalagi BERPUTUS ASA. Mereka punya Motto : PEMENANG TAK AKAN  PERNAH MENYERAH DAN ORANG MENYERAH TAK AKAN PERNAH MENANG. Selamat dan Sukses buat kita dan Anda semua. ***

*) H. Hadimihardja, Ketua Dewan Kemakmuran Masjid Paripurna Darul Ikhsan.



Bagikan :
Bagikan tulisan ( berita/opini ) anda ke TIM Redaksi kami
Email : redaksi@menitriau.com
(Sertakan Foto dan Data Diri Anda)