Ilustrasi. (internet)
Ilustrasi. (internet)

Korupsi Proyek e-KTP. Dirut JVT dan Karyawan Diperiksa KPK

MENITRIAU.COM - JAKARTA - Dugaan suap megakorupsi proyek e-KTP untuk tersangka Markus Nari (MN), Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil eks Direktur PT Java Trade Utama, Johannes Richard Tanjaya dan Karyawannya, Yimmy Iskandar Tedjasusila alias Bobby.

"Yang bersangkutan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka MN," ujar Kabiro Humas KPK, Febri Diansyah dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (9/5/2019).

Markus Nari yang telah ditetapkan tersangka sejak 2 Juni 2017 lalu dan baru ditahan pada 1 April 2019 ini diduga merintangi proses penyidikan dan pengadilan. Karenanya ia dijerat dengan pasal berlapis dan diduga ikut menikmati uang hasil mega korupsi proyek pengadaan e-KTP.

Dilansir dari rmol.co, Markus Nari diduga meminta uang kepada dua pejabat Kemendagri, Irman dan Sugiharto (terdakwa korupsi e-KTP), untuk memuluskan pembahasan proyek pengadaan e-KTP di DPR.

Kasus ini setidaknya telah menyeret beberapa nama, seperti Irman, Sugiharto, Andi Agustinus alias Andi Narogong, Anang Sugiana Sudiardja, Irvanto Hendra Pambudi, Made Oka Masagung, dan Setya Novanto (Setnov).

Kasus suap e-KTP yang merugikan negara sekurang-kurangnya Rp2,3 triliun itu juga yang membuat Setnov harus mendekam di penjara selama 16 tahun. ***



Bagikan :
Bagikan tulisan ( berita/opini ) anda ke TIM Redaksi kami
Email : redaksi@menitriau.com
(Sertakan Foto dan Data Diri Anda)