H Halim. (internet)
H Halim. (internet)

Wabup Kuansing Blak-blakan Soal Pengadaan Bibit Sawit Tahun 2017

MENITRIAU.COM - TELUK KUANTAN - Wakil Bupati Kuansing, Riau, H Halim mengungkapkan, pengadaan bibit sawit tahun 2017 yang dibagikan ke masyarakat bibitnya adalah palsu.

"Bibitnya tidak sesuai spek yang kita ajukan. Kalau kita teruskan kadis nya bisa masuk penjara," ujar Halim, saat menyampaikan sambutan dalam acara halal bihalal Desa Pulau Rengas, Jumat (7/6/2019) malam.

Mengenai pengadaan bibit sawit tahun 2017 dirinya sangat menyesalkan, karena waktu itu dirinya menolak dan minta untuk dikembalikan. Namun, tidak diindahkan, sebab dirinya hanya sebagai wakil sehingga perintahnya diabaikan.

Dan yang lebih membuat dirinya, tersinggung karena ia dituduh ikut bermain proyek pengadaan bibit sawit tersebut.

"Ketika bibit ini datang pertama kali di Baserah, saya tolak, namun tetap dimasukkan juga, begitu juga yang ada di Inuman dan Gunung Toar. Saya minta kembalikan karena bibitnya palsu," kata wabup.

Padahal menurutnya, bibit ini akan dibagikan kepada masyarakat, dengan tujuan untuk menopang perekonomian masyarakat untuk sekian tahun ke depan.

"Percuma bibit yang dibagikan itu di tanam, yang seharusnya berproduksi lebih awal, namun tidak menghasilkan, makanya pengadaan bibit 2017 itu sangat kita sesalkan, karena merugikan masyarakat," ungkapnya.

Menurutnya, mengenai bibit sawit ini, dirinya sangat memahami mana yang asli dan mana yang palsu, sehingga ia tak bisa dikelabui tentang bibit bagus dan tidak bagus.

Sebab ia sudah menganalisa bibit dari tahun 1995 awal baru pertama kali sawit dibudidayakan masyarakat Kuansing.

"Jadi saya tau bapak ibu sekalian, mana bibit baik dan mana yang tidak baik untuk ditanam. Tujuan kita dulu waktu kampanye salah satunya mengangkat kesejateraan, tapi apa jadinya kalau yang ditanam itu bibit palsu kan percuma tidak menghasilkan," pungkas Halim. ***



Bagikan :
Bagikan tulisan ( berita/opini ) anda ke TIM Redaksi kami
Email : redaksi@menitriau.com
(Sertakan Foto dan Data Diri Anda)