Berita Pilihan : DPR Sahkan RUU KPK
Ilustrasi. (internet)
Ilustrasi. (internet)

Angka Lakalantas Meningkat di Mudik Lebaran Tahun Ini

MENITRIAU.COM - PEKANBARU - Angka kecelakaan lalu lintas (Lakalantas) Lebaran Idul Fitri 1440 H, msningkat dibandingkan tahun sebelumnya. 

Berdasarkan data dari Ops Muara Takus 2019 Polda Riau, lakalantas itu terjadi hampir diseluruh kabupaten yang ada di Riau. Total ada 24 kejadian kecelakaan dengan jumlah korban mencapai 56 orang. Yakni 16 meninggal dunia, 7 orang luka berat dan 33 orang luka ringan. 

"Daerah terbanyak yakni di wilayah Kampar yang memang menjadi jalur mudik favorit menuju Sumatera Barat. Jumlahnya sekitar 7 kejadian kecelakaan," ungkap Kabid Humas Polda Riau, Kombes Sunarto. 

Lanjutnya, kecelakaan ini mengakibatkan kerugian materil yang diperkirakan mencapai Rp187,5 juta. Sedangkan 2018 kecelakaan yang terjadi diperkirakan kerugian materil hanya sekitat Rp86 juta dengan 23 kasus kecelakaan dan 42 korban. 

"Kebanyakan menggunakan sepeda motor yakni sekitar 28 unit. Sementara, untuk mobil penumpang 9 unit, mobil barang 11, bus 2 dan 1 tidak menggunakan kendaraan bermotor," beber kabid.

Mayoritas kecelakaan terjadi karena kesalahan pengendara yang ingin mendahului kendaraan di depannya. Sebagian juga jaga jarak kendaraan yang tidak aman dan berkendaraan dengan kecepatan tinggi. Kebanyakan terjadi pada pukul 12.00 WIB hingga 15.00 WIB 

Sedangkan untuk pelanggaran sendiri ada sekitar 901 pelanggaran. Dimana 408 dokenakan tilang dan selebihnya dibwrikan teguran. 

Tertib di Jalan

Sementara, Dirlantas Polda Riau, Kombes FX Bhirawa Braja Paksa mengimbau kepada para pengendara untuk selaku berhati-hati. Khususmya saat hendak mendahului kendaraan. 

Pertama yakni pastikan lampu sign menyala sebelum dan saat mendahului, pastikan kecepatan dan kekuatan mesin cukup untuk mendahului, pastikan lajur kanan dalam keadaan aman ,tidak ada kendaraan lain dari arah depan, Jangan mendahului di tanjakan atau tikungan. 

Tak hanya itu, Ia juga menyarankan agar pengendara menghindari mendahului dari sisi sebelah kiri, jika tidak dalam keadaan darurat dan pastikan aman. Bila kendaraan di depan menyalakan sign kanan , jangan mendahului karena itu tanda ada kendaraan didepan sehingga tidak aman bagi kendaraan dibelakang untuk mendahului. Bunyikan klakson maksimal dua kali saat akan mendahului. Cek kendaraan yang ada di belakang melalui kaca spion. 

"Kita berharap pengendara selalu kengutamakan keselamatannya. Jika saat mendahului tiba-tiba ada mobil dari arah berlawanan, tunda keinginan mendahului, kemudian kembalilah ke jalur semula dengan tenang," tutup dirlantas. ***



Bagikan :
Bagikan tulisan ( berita/opini ) anda ke TIM Redaksi kami
Email : redaksi@menitriau.com
(Sertakan Foto dan Data Diri Anda)