Azwar Rachman. (istimewa)
Azwar Rachman. (istimewa)

Politeknik Padang Dinilai Gagal Mandirikan AKNP

MENITRIAU.COM - PANGKALAN KERINCI - Tokoh pendidikan Kabupaten Pelalawan, Azwar Rachman menilai bahwa Politeknik Padang tidak mampu menjadikan Akademi Komunitas Negeri Pelalawan (AKNP) mandiri.

Buktinya, sudah berdiri bertahun-tahun dan didukung oleh dana APBN dan APBD Pelalawan, AKNP tidak mampu berdiri sendiri (mandiri). "Saya melihat bahwa Politeknik Padang gagal memandirikan AKNP. Untuk apa anggaran yang diturunkan dari APBN dan APBD Pelalawan, kalau akhirnya AKNP di tahun ini tidak bisa menerima mahasiswa baru," ujar Jua, sapaan akrabnya, Jumat (12/7/2018).

Terkait hal tersebut, pensiunan salah satu perguruan tinggi negeri di Pekanbaru ini, merasa heran dengan adanya rencana membangun program Diploma Tiga (D3).

"Ini merupakan catatan buruk bagi kampus tersebut. Kalau mau bangun politeknik di Pelalawan berarti itukan program baru lagi. Walaupun dengan buat proposal politeknik baru ke pemerintah pusat, program yang lama akademi komunitas seharusnya Dewan minta pertanggungjawaban ke Politeknik Padang dan AKNP," sebutnya.

Dalam kesempatan itu, Jua meminta kepada Pemkab Pelalawan untuk mengalihkan kerjasama Politeknik Padang ke perguruan tinggi negeri di Provinsi Riau ini.

Terpisah, Sarmiadi SE MM, Koordinator Program Studi Diluar Domisili (PSDU)  Politeknik Negeri Padang mengatakan bahwa aktivitas kampus sejauh ini masih tetap jalan.

"AKNP masih berjalan dan sekarang sedang dalam persiapan dari jenjanv D2 ke D3," jelasnya

Dan saat disinggung terkait persiapan dari D2 ke D3, Sarmiadi menjelaskan  bahawa kebijakan pemerintah pusat saat ini adalah pengembangan pendidikan vokasi salah satunya pendidikan politeknik. Sehingga Akademi Kampus (AK) yang ada  diarahkan pemerintah pusat untuk disiapkan menjadi politeknik tetapi melalui tahapan.

"Persiapan yang sedang kita kita lakukan adalah pemenuhan dosen tetap S2 serta komitmen Pemkab untuk mendukung penyelenggaraan Program studi Diluar Kampus Utama (PSDKU) di daerah. Sejauh ini kami sudah diskusi dengan Pemda khususnya pak bupati dan tim sedang melengkapi persyaratan tekhis yang diminta kementerian," jelasnya.

"Dan pada prinsipnya bupati setuju dan mendukung sesuai aturan yang berlaku," paparnya. .

Sarmiadi melanjutkan, sesuai dengan tugas yang diberikan Kemristekdikti yakni melaksanakan PBM dan memandirikam. Tugas melaksanakan PBM sudah kita jalankan sampai adanya wisudawan dan mereka diterima bekerja.

Dan tugas mengusulkan kemandirian telah kita usulkan ke kementrian. Pemerintah pusat melalui kemristekdikti mengambil kebijakan untuk belum memandirikan AK yang ada tetapi mengarahkan ke jenjang D3. Dan ini semua kebijakan dari kemristekdikti dan tidak berlaku hanya untuk AKN Pelalawan. Semua AK, kita terpaksa mengiktui kebijakan kemristekdikti tersebut.

Saat disinggung terkait hibah aset Pemkab Pelalawan ke Politeknik Padang sebagai salah satu syarat untuk mendirikan PSDKU, ia mengatakan pada prinsipnya bupati setuju dan mendukung sesuai aturan yang berlaku.

"Sejauh ini belum ada penyerahan aset. Kalaupun nanti kegiatan ini bernjalan aset tidak diserahkan hanya dipinjam pakaikan saja,' tutupnya. (nto) 



Bagikan :
Bagikan tulisan ( berita/opini ) anda ke TIM Redaksi kami
Email : redaksi@menitriau.com
(Sertakan Foto dan Data Diri Anda)