Sungai Batang Cenaku yang tercemar limbah PT KAS. (istimewa)
Sungai Batang Cenaku yang tercemar limbah PT KAS. (istimewa)

PT KAS Diduga Buang Limbah ke Batang Cenaku

MENITRIAU.COM - PEKANBARU - Pabrik Kelapa Sawit milik PT. Kharisma Agro Sejahtera (KAS), yang beroperasi di Desa Batu Papan, Kecamatan Batang Cenaku, Kabupaten Indragiri Hulu, diduga masih tetap melakukan pencemaran Sungai Batang Cenaku dengan membuang limbah pabriknya langsung ke dalam sungai. 

Informasi yg diperoleh dari tokoh masyarakat setempat, pabrik yang dibangun di pinggir Sungai Batang Cenaku itu, sejak beroperasi tahun 2013 lalu, tanpa merasa bersalah membuang langsung limbah berbahaya dari pabriknya ke dalam sungai. Akibatnya masyarakat di 24 desa sepanjang sungai, tidak bisa mengambil manfaat  apapun dari dalam sungai. “Sejak lama kami tidak menemukan ada ikan atau makhluk hidup lainnya di dalam sungai,” keluh tokoh masyarakat tersebut kepada Menitriau.com.

Atas keluhan masyarakat itu, pada tahun 2017, Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) Inhu, melaporkan masalah pencemaran tersebut ke Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Riau. Laporan itu ditanggapi langsung oleh Dinas LHK dgn menurunkan tim ke lokasi pabrik dan mengambil sampel air Sungai Batang Cenaku yang diduga tercemar.

Dari hasil uji labor yang dilakukan, terbukti beberapa parameter melebihi baku mutu air kelas III sesuai Lampiran Peraturan Pemerintah No 82 Tahun 2001 tentang Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendalian Pencemaran Air, yang meliputi uji BOD5, COD, DO dan total fosfat.

Berdasarkan hasil uji labor tersebut, Dinas LHK Riau merekomendasikan agar Kepala Dinas Lingkungan Hidup Inhu menjatuhkan sanksi administratif kepada PT KAS. Sesuai peraturan, sanksi itu dapat berupa teguran tertulis, paksaan pemerintah, pembekuan izin lingkungan, atau pencabutan izin lingkungan.

Namun sampai saat ini, pabrik kelapa sawit milik PT KAS tetap beroperasi dengan lancar. Dari informasi yang diperoleh, Pemkab Inhu kesulitan menindak dikarenakan izin yg dimiliki PT KAS bodong alias palsu. 

Menurut Informasi, berbagai izin dari Pemkab Inhu, izin lingkungan dan AMDAL PT KAS semuanya palsu. “Mereka cetak sendiri,” ungkap salah seorang tokoh masyarakat tempatan.

Selain itu, PT KAS juga tidak punya kebun inti dan plasma. Lokasi pabrik juga dibangun hanya 50 meter dari pinggir sungai. Padahal, sesuai perda, PKS harus dibangun minimal 3 Km dari sungai.

Dari kronologis di atas maka tidak heran jika PT KAS juga tidak pernah membayar pajak kepada negara sesuai peraturan yang berlaku. 

Owner PT KAS, Andi Wijaya, yang dimintai tanggapannya via telepon seluler, tidak memberi komentar apapun. Daftar pertanyaan yg diajukan via wa, tidak dijawabnya sama sekali. Padahal sudah dibuka dan dibacanya. (hel) 



Bagikan :
Bagikan tulisan ( berita/opini ) anda ke TIM Redaksi kami
Email : redaksi@menitriau.com
(Sertakan Foto dan Data Diri Anda)