Sobri, SIP, MS. (istimewa)
Sobri, SIP, MS. (istimewa)

Antropolog UIR Ini Usulkan Kelurahan Pelalawan Jadi Kawasan Situs Sejarah

MENITRIAU.COM - PEKANBARU - Melindungi, menjaga dan menggali bukti bukti sejarah yang lebih luas maka sebaiknya kawasan Kelurahan Pelalawan, Kecamatan Pelalawan, Kabupaten Pelalawan,  Riau, harus diusulkan dan dijadikan  kawasan situs sejarah oleh pemerintah.
       
"Jika daerah ini ditetapkan sebagai kawasan situs sejarah maka daerah ini akan lebih terjaga dari tindakan tindakan pengrusakan yang tidak bertanggungjawab," ujar antropolog asal Riau, Sobri, SIP, MS ketika menanggapi masih banyaknya peninggalan sejarah yang ada di bekas Kerajaan Pelalawan, dan rusaknya areal seperti Sungai Hulubandar yang diyakini begitu banyak memendam barang barang yang dapat memberi petunjuk lebih lengkap mengenai perkembangan Kerajaan Pelalawan sejak awalnya.
      
Bukan saja tindakan pengrusakan tindakan pembangunannya pun harus memperhatikan titik-titik tertentu agar benda benda yang dapat dijadikan bukti sejarah tidak sampai di ciderai,  "kawasan situs sejarah biasanya akan benar benar dilindungi, bagi kelurahan Pelalawan hal itu amat mungkin dijadikan kawasan situs sejarah," ujarnya.
       
"Bukan saja Pelalawan, tetapi beberapa kawasan lain yang ada di Riau sebaiknya diusulkan seperti kawasan benteng tujuh lapis di Rohul, kawasan istana Siak dan yang lainnya," tambah Sobri. 
       
Sebagaimana diketahui bahwa dalam catatan tentang berdirinya Kerajaan Pelalawan menyebutkan bahwa Kerajaan Pelalawan baru berdiri di areal Kelurahan Pelalawan sekarang ini baru pada abad ke-17 sementara berdasarkan temuan benda benda terutama dari areal dasar Sungai Hulubandar memberikan gambaran bahwa kawasan ini sudah aktif sebagai kawasan perdagangan sejak abat 12 dan kemungkinan besar jauh sebelum itu. 
    
Berapa temuan masyarakat, seperti peralatan rumah tangga, adanya tiang tiang bekas bangunan di kiri kanan Hulubandar, seperti di sekitar lalangkabung, adanya perkuburan di banyak tempat memberikan gambaran pula bahwa kawasan ini dulunya adalah sebuah bandar pemukiman dan juga kawasan perdagangan yang sangat aktif.
     
Masalahnya hingga hari ini memang belum ada upaya dari pemerintah  untuk menggali lebih jauh terhadap berbagai peninggalan sejarah itu untuk dapat mengetahui berbagaihal tentang masa lalu kerajaan ini secara Lebih pasti.
    
Pada sisi lain, sejumlah kawasan yang menjadi titik sumber informasi sejarah yang masih ada kondisinya semakin lama semakin buruk akibat ulah tindakan berbagai pihak yang tidak mengerti.
       
Menanggapi kondisi ini, Sobari yang juga dosen kriminolog UIR itu menyebutkan, kawasan Kerajaan Pelalawan itu sangat memungkinkan untuk dijadikan kawasan situs sejarah. "Pemda tinggal melakukan kajian akademik, lalu bersama DPRD membuatkan Perda penetapan kawasan situs sejarah," ujarnya.
     
Langkah berikutnya mengajukan ke pemerintah pusat untuk dapat pula kawasan situs sejarah yang di ajukan menjadi kawasan situs sejarah nasional, ujarnya.
     
Dengan ditetapkan sebagai kawasan situs sejarah maka,kawasan serta kemungkinan berbagai barang yang masih ada sebagai petunjuk akan lebih dapat terjaga tentunya sambil menggali informasi sebanyak mungkin melalui kerja para arkeolog ujar kandidat Doktor Universitas Malaya Malaysia itu.

Sobri juga menyarankan langkah untuk penyelamatan itu sebaiknya secepatnya dapat dilakukan, pada konteks yang lain dengan di tetapkannya sebagai kawasan situs sejarah maka orientasi pengembangan pariwisata di kawasan ini akan lebih baik. ***



Bagikan :
Bagikan tulisan ( berita/opini ) anda ke TIM Redaksi kami
Email : redaksi@menitriau.com
(Sertakan Foto dan Data Diri Anda)