Pembukaan Jelajah Rimba Rokan Hulu (JRR). (istimewa)
Pembukaan Jelajah Rimba Rokan Hulu (JRR). (istimewa)

Dukung Iven JRR. Pemkab Rohul Yakin Bisa Bangkitkan Pariwisata dan Ekonomi Kerakyatan

MENITRIAU.COM - PASIR PANGARAIAN - Pemkab Rohul sangat mendukung iven Jelajah Rimba Rokan Hulu (JRR) hingga sudah memasuki tahun ke tujuh hingga tahun 2018, bahkan JRR sudah tercatat dalam 12 iven wisata di Provinsi Riau

Alasan Pemkab Rohul yang terus mendukung sampai mensupport dana iven JRR? karena selain karena ikut membangkitkan potensi sektor pariwisata,? JRR diyakini ikut mendongkrak ekonomi kerakyatan.

?Menurut Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Rohul, Yusmar, Pemkab mendukung iven JRR karena pertama sebagai suatu ajang atau wadah dalam menyalurkan bakat dan hobi sebagian remaja dan para trailer atau pecinta motor trail dari berbagai daerah yang suka suasana tantangan.

Kemudian, JRR juga bisa mengenalkan kepada masyarakat luas bahwa wilayah Rohul yang punya hutan yang bersahabat, namun penuh dengan tantangan dan kenangan, serta menakjubkan.

"Ketiga menjadi sarana promosi objek wisata. Karena? JRR ini melewati tempat atau destinasi wisata," jelas Yusmar, mewakili Bupati Rohul, Sukiman.

Keempat, dengan JRR juga berikan keuntungan bagi masyarakat dalam mendongkrak ekonomi kerakyatan. Pemkab Rohul hanya mensupport dengan menyediakan anggaran, sedangkan untuk pengembangan tergantung kelompok atau komunitas sendiri.

Menurutnya, semakin banyaknya rider yang mengikuti event JRR selama dua hari yang dipusatkan di Kecamatan Rambah, tentu perputaran uang di Kabupaten Rohul cukup tinggi.

"Silahkan masyarakat mengambil kesempatan uang yang beredar itu, apakah melalui perdagangan, jasa transport, atau melalui hal-hal lain," ucap Yusmar.

Kata Yusmar lagi, Pemkab Rohul sebelumnya juga pernah membuat iven Rally Wisata, namun iven tersebut tidak berjalan lagi beberapa tahun terakhir.? Diakui Yusmar, setiap kegiatan yang telah selesai dilakukan akan dievaluasi.

Hasil evaluasi dilakukan, JRR akan terus rutin dilaksanakan setiap tahun dan masuk tahun ke tujuh, karena ada kemauan, komitmen, serta kejelian dari kelompok atau komunitas untuk terus berkembang.

"Pemerintah prinsifnya hanya mensupport, tidak mendanai secara keseluruhan. Kalau mendanai secara keseluruhan sama saja kita bekerja? tanpa ada usaha. Ini modal awal didanai tapi dia berkembang, itu yang kami harapkan," ungkapnya.

Di event JRR ke-7 tahun 2019,?  ucap Yusmar, para rider dari berbagai daerah di Riau dan luar provinsi akan melewati jalur sepanjang 34 kilometer dengan waktu tempuh antara tiga sampai empat jam.

?Adapun tempat wisata yang akan dilewati para rider JRR yaitu obyek wisata Danau Sipogas, Air Panas Hapanasan, Bukit Simalombu, serta Masjid Agung Islamic Center Pasir Pangaraian yang telah menjadi ikon Kabupaten Rohul.

Di moment olahraga ekstrim ini, Disparbud Kabupaten Rohul juga? ikut menaikkan budaya tradisional daerah, yaitu makan bukancah dengan para rider dari berbagai daerah di Indonesia.

"Jadi ada nilai-nilai yang kita angkat, makanya ada pertimbangan-pertimbangan tertentu, sehingga ini bisa menjadi suatu iven rutin di Kabupaten Rohul," jelas Yusmar. (hen)



Bagikan :
Bagikan tulisan ( berita/opini ) anda ke TIM Redaksi kami
Email : redaksi@menitriau.com
(Sertakan Foto dan Data Diri Anda)