BOB BSP-Pertamina Hulu foto bersama dengan Komunitas Pemeliharaan SKK Migas-KKKS Wilayah Sumbagut di Batam, Kamis (31/10/2019). (istimewa)
BOB BSP-Pertamina Hulu foto bersama dengan Komunitas Pemeliharaan SKK Migas-KKKS Wilayah Sumbagut di Batam, Kamis (31/10/2019). (istimewa)

BOB BSP-Pertamina Hulu Gelar Pertemuan dengan Komunitas Pemeliharaan SKK Migas-KKKS Wilayah Sumbagut

MENITRIAU.COM - PEKANBARU - Badan Operasi Bersama (BOB) PT. Bumi Siak Pusako - Pertamina Hulu menggelar pertemuan dengan komunitas Pemeliharaan SKK Migas – KKKS Wilayah Sumbagut di Convention Hall, Nagoya Hill Hotel Batam, Kepulauan Riau, Kamis (31/10/2019).

Pertemuan kesepuluh ini berlangsung dua hari berakhir 1 November 2019 dengan mengusung tema Maintenance Contractor Performance Management.

“Kita mengucapkan terima kasih kepada SKK Migas yang telah mempercayai BOB menjadi pelaksana kegiatan ini dan kepada para peserta dari 18 KKKS Wilayah Sumbagut. Diharapkan melalui pertemuan komunitas pemeliharaan ini dapat mengoptimalkan kegiatan produksi minyak dan gas bumi mengingat kita bekerja dengan fasilitas operasi yang sudah tua. Dengan diskusi yang interaktif ini diharapkan kita bersama mampu menjawab berbagai tantangan ke depan dan target produksi minyak dan gas bumi yang ditetapkan pemerintah kedepannya dapat tercapai,” kata General Manager BOB PT. BSP-Pertamina Hulu yang diwakili Operation Support Manager, Bambang Susetyo Wahono.

Kegiatan ini dihadiri sekaligus dibuka langsung oleh Kepala Perwakilan SKK Migas Wilayah Sumbagut, Avicenia Darwis. Ia mengapresiasi kepada BOB PT. BSP – Pertamina Hulu dan semua peserta yang hadir.

“Melalui kegiatan ini diharapkan kedepan sharing best practices antar KKKS dapat terinternalisasi untuk menjawab tantangan bidang ekplorasi dan produksi yang semakin sulit,” ungkap Avicenia.

Avicenia menyebutkan bahwa apa yang dilakukan ini merupakan upaya untuk menjawab tantangan target lifting Migas yang telah ditetapkan pemerintah pada APBN 2020. Menurutnya diperlukan sinergi multidisiplin kompetensi strategi eksplorasi, upaya pengembangan dan produksi yang lebih ditingkatkan dengan mengedepankan efisiensi dan rasio keberhasilan sehingga akan menekan biaya dan meningkatkan penerimaan negara, khususnya wilayah Sumatera Bagian Utara. Ia berharap ke depan dapat menemukan “cadangan baru raksasa” di sekitar kepulauan Andaman.

Lebih jauh Avicenia mengungkapkan, forum diskusi ini menampilkan berbagai materi presentasi dan success story dari beberapa KKKS, diantaranya Chevron Pacific Indonesia, PHE NSO NSB, PHE Siak, PHE Kampar, SPR Langgak, EMP Bentu, Medco E&P Natuna Sea dan Premier Oil Natuna Sea. Termasuk juga Star Energy (Kakap) Ltd., BOB PT. BSP – Pertamina Hulu dan materi sosialisasi yang disampaikan oleh Badan Pengelola Miga Aceh (BPMA) dan SKK Migas serta komitmen penerapan SMAP ISO 37001 untuk KKKS Wilayah Sumbagut.

Kegiatan ini resmi ditutup oleh Kepala Divisi Manajemen Proyek dan Pemeliharaan Fasilitas SKK Migas, Luky A. Yusgiantoro. Dipenghujung acara Luky menyebutkan, kegitan ini dapat menjadi nilai tambah bagi setiap KKKS. Sehingga apa yang menjadi kendala selama ini dapat menemukan solusi dengan perbaikan sistem baru terhadap pemeliharaan fasilitas produksi. ***



Bagikan :
Bagikan tulisan ( berita/opini ) anda ke TIM Redaksi kami
Email : redaksi@menitriau.com
(Sertakan Foto dan Data Diri Anda)