Jerry Saputra. (istimewa)
Jerry Saputra. (istimewa)

Kenaikan Tarif BPJS Kesehatan Dinilai Lumrah

MENITRIAU.COM - PEKANBARU - Presiden Joko Widodo (Jokowi) resmi menaikkan iuran Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan sebesar 100 persen yang mulai diberlakukan tahun mendatang. 

Kenaikan iuran itu berlaku bagi Peserta Bukan Penerima Upah (PBPU) dan peserta bukan pekerja.

Adapun aturan tersebut tertuang dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 75 Tahun 2019 tentang Perubahan Atas Peraturan Presiden Nomor 82 Tahun 2018 tentang Jaminan Kesehatan.

Kemudian, penjelasan mengenai kenaikan iuran BPJS Kesehatan sebesar 100 persen terangkum dalam Pasal 34 Perpres Nomor 75 Tahun 2019.

Dalam pasal tersebut, dijelaskan bahwa besar iuran yang harus dibayarkan sebesar Rp42.000 per bulan untuk kelas III, sebesar Rp110.000 per bulan untuk kelas II, dan sebesar Rp160.000 per bulan untuk kelas I.

Menanggapi hal tersebut, pengurus DPD Forum Organisasi Kemasyarakatan Anti Narkoba (Fokan)  Provinsi Riau, Jerry Saputra mengaku tidak terkejut kenaikan tersebut. Sepengetahuannya, sejak tahun 2016 lalu, belum ada penyesuaian tarif BPJS Keseharan tersebut. 

"Melihat dari perkembangan waktu dalam hal penyesuaian tarif, dan defisitnya anggaran BPJS, saya tidak terkejut adanya kenaikan tarif itu," ucapnya, Sabtu (16/11/2019).

Hanya saja, dirinya pribadi berharap agar kenaikan tarif tersebut disesuaikan dengan pelayanan bagi pengguna BPJS Kesehatan.

"Ada hak tentunya ada kewajiban. Pihak BPJS juga harus memberikan pelayanan yang optimal kepada pengguna layanan. Jangan sampai, tairf naik, layanan makin mundur," tutup bakal calon Wakil Bupati Bengkalis ini. ***



Bagikan :
Bagikan tulisan ( berita/opini ) anda ke TIM Redaksi kami
Email : redaksi@menitriau.com
(Sertakan Foto dan Data Diri Anda)