Suasana pacu sampan di lokasi banjir. (hendra)
Suasana pacu sampan di lokasi banjir. (hendra)

Pertama Kali, Pacu Sampan di Lokasi Banjir

MENITRIAU.COM - PASIR PANGARAIAN - Baru pertama kali dilaksanakan, warga Desa Sontag Kecamata Bonai Darussalam, Rokan Huku, menggelar lomba sampan di genangan bajir.

Musim banjir menyebabkan sejumlah desa di Bonai Darussalam termasuk Desa Sontang terendam banjir. Namun  suasana sedih masyarakat berubah jadi tawa gembira saat genangan banjir dijadikan ajang pacuan sampan.

Bahkan antusias masyarakat menyaksikan lomba pacu sampan, apalagi sudah sepekan rumah mereka terendam banjir.

Masyarakat menyaksikan lomba pacu sampan dengan rasa gembira, apalagi saat salah satu sampan peserta yang berukuran kecil dan ditumpangi dua orang, tiba-tiba karam ketika akan dimulainya lomba pacu sampan.

Diakui kepala Desa Sontang Zulfahrianto, SE, dirinya sangat mengapresiasi lomba pacu sampan yang digagas Himpunan Pelajar dan mahasiswa Bonai (Hipemab). 

Zulfahrianto yang juga Ketua Asosiasi Perangkat Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Kabupaten Rohul didampingi Sekdes Mulyadi, dengan adanya acara seperti ini, warga yang sedang dilanda banjir mendapat hiburan untuk menghilangkan rasa jenuh.

"Acara ini sangat menghibur warga kami yang sedang kebanjiran," kata pria yang akrab disapa Anto Sontang di sela-sela lomba pacu sampan, Ahad (1/12/2019) kemarin.

Lomba pacu sampan di tengah-tengah musibah banjir di Rohul kata Zulfahrianto, baru pertama dilakukan. Dimana, lomba pacu sampan itu menjadi  hiburan masyarakat yang tengah bersedih karena rumahnya terendam banjir.

Lomba diigelar antar Rukun Warga di Desa Sontang. Dimana, panjang lintasan pacu sampan sekitar 100 meter, dan sistem gugur. Kemudian, untuk juara pertama berhak mendapatkan uang pembinaan sebesar Rp1 juta plus tropi, juara kedua mendapatkan Rp700 ribu. Sementara jura ketiga berhak mendapatkan uang tunai Rp500 ribu.

Karena banjir kecamatan merupakan bersifat rutin dalam setiap tahunnya, sambung Anto Sontang, dirinya berjanji lomba pacu sampan, akan diadakan setiap tahun saat banjir datang.

"Ini hiburan perdana sejak berdirinya Desa Sontang. Dan Insyaallah, ini sudah menjadi keputusan desa setiap tanggal 1 Desember diadakan lomba pacu sampan," ucapnya.

Meski pertama kali diadakan, tambah Anto Sontang, kegiatan lomba pacu sampan di tengah musibah banjir di Kecamatan Bonai Darussalam itu sudah banyak masyarakat yang ikut jadi peserta.

"Ini baru permulaan, sudah ramai sekali. Tahun depan bakalan lebih ramai lagi, karena Insya Allah 7 desa di Bonai ini akan diikutkan. Hadiahnya kita buat lebih besar lagi. Juara satu Rp10 juta," tutup Anto Sontang.

Banjir yang melanda wilayah Kecamatan Bonai Darussalam, kata Anto, merendam sekitar lima desa, yakni Desa Sontang, Desa Teluk Sono, Desa Kasang Padang, Desa Kasang Mungkal dan Desa Bonai.

Dari lima desa ini, tercatat sebanyak 1.940 KK yang terdampak. Ketinggian air bervariasi, mulai dari 60 sentimeter hingga tiga meter.

Selain itu, jalan lintas penghubung Kabupaten Rohul-Bengkalis yang ada di Kecamatan Bonai Darussalam juga terputus karena genangan air mencapai 1 meter lebih. (hen) 



Bagikan :
Bagikan tulisan ( berita/opini ) anda ke TIM Redaksi kami
Email : redaksi@menitriau.com
(Sertakan Foto dan Data Diri Anda)