Ilustrasi. (internet)
Ilustrasi. (internet)

Omnibus Law Dinilai Menyederhanakan Regulasi

MENITRIAU.COM - PEKANBARU - Rancangan Undang-Undang Omnibus Law Cipta belakang ini masih menjadi polemik berbagai kalangan di tingkat nasional. 

Koorpus Badan Eksekutif Mahasiswa se-Riau, Amir Aripin Harahap angkat bicara soal omnibus law yang diwacanakan oleh Presiden Jokowi yg mencakup dua hal,yakni UU hak cipta lapangan kerja, dan UU pemberdayaan UMKM.

“Saya kira omnibus law merupakan solusi untuk menyederhanakan regulasi di Indonesia yang terlalu banyak. Jadi saya sepakat dengan wacana omnibus law tersebut. Faktanya Peraturan perundang-undangan kita yang terlalu banyak mengakibatkan tumpang tindih dan sebagian saling bertentangan termasuk regulasi yang di bawah bertentangan dengan regulasi diatasnya. Padahal secara prinsip hukum lex superior derogat legi priori (aturan yg di bawah tidak boleh bertentangan dengan aturan diatasnya) maka tidak heran judicial rivew sangat sering di ajukan di MK dan di MA,” bebernya dalam suatu kesempatan di Pekanbaru.

“Terlalu banyak regulasi membuat kita jadi bingung juga maka perlu adanya penyederhanaan dan solusinya adalah omnibus law,” sambung Amir. 

Meski setuju dengan wacana omnibus law, ia juga mengingatkan pemerintah agar mengutamakan kepentingan rakyat dalam materi UU tersebut.

Omnibus law ini katanya merupakan terobosan baru disamping memudahkan investor untuk masuk ke Indonesia juga membuka perkembangan ekonomi global.

Pemerintah juga harus benar-benat mengutamakan kepentingan rakyat dalam materi undang-undang tersebut sebab buruh yang keberatan terkait omnibus law ini misalnya itu pada muatan materi UU-nya, misalnya terkait UKM (upah kerja minimum), pesangon, outsorsing, dan lain-lain. Dirinya berharap jangan sampai muatan materi dalam UU omnibus law tentang hak cipta lapangan kerja malah lebih gaduh dari pada UU Nomor 13 Tahun 2013 tentang ketenagakerjaan.

"Saya melihat itu yg menjadi keberatan para buruh sehingga menolak omnibus law. Maka saran saya pemerintah mesti pertimbangkan itu. Jangan mengutamakan kepentingan investor lalu mengeyampingkan kepentingan rakyat dan bangsa sendiri. Spiritnya mesti membuka ekonomi global demi kesejahteraan rakyat Indonesia,” tutupnya. (rul) 



Bagikan :
Bagikan tulisan ( berita/opini ) anda ke TIM Redaksi kami
Email : redaksi@menitriau.com
(Sertakan Foto dan Data Diri Anda)