Dr Muhammad Syafi'i. (istimewa)
Dr Muhammad Syafi'i. (istimewa)

PGRI Imbau Pemda di Riau Bayarkan Hak Guru

MENITRIAU.COM - PEKANBARU - Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Provinsi Riau Dr Muhammad Syafi'i berharap pemerintah kabupaten dan kota di Provinsi Riau agar mencairkan hak guru berupa gaji maupun tunjangan. 

Pernyataan ini diungkapkannya menanggapi keluhan guru yang ada di provinsi ini. Dan menjadi perhatian khusus bagi PGRI Riau.

Betapa tidak, dengan terjadinya bencana non alam mendunia yang disebut virus corona atau cofid 19 tentunya merubah segala bentuk sistem yang ada di masyarakat. 

Termasuk juga di dunia pendidikan, setelah seluruh siswa dan guru serta tenaga pendidikan lainnya untuk dapat belajar dari rumah setelah hampir 14 hari berlalu ini mendapat catatan penting bagi PGRI Riau sebagai organisasi yang menaungi puluhan ribu guru di Riau. 

"Dapat kami sampaikan guru mengajar dari rumah itu lebih sulit dari pada mengajar siswa di sekolah. Memang secara fisik proses pembelajaran itu tidak tampak oleh masyarat, tapi beban mengajar secara virtual ini menjadi masalah yang serius bagi guru untuk mencari solusi agar kewajiban mulia seorang guru dapat juga dilaksanakan," terangnya dalam keterangan tertulis yang diterima menitriau.com, Jumat (27/3/2020).
 
Apalagi ditambah Ketua PGRI Provinsi termuda di Indonesia ini, guru guru kita yang tinggal di pelosok tidak mendapatkan fasilitas internet yang baik. "Kalaupun ada biaya membeli paket juga menjadi kendala karena selama ini guru mendapat kan fasilitas WiFi internet dari kompleks sekolah. Diperkotaan saja walaupun internetnya cepat tapi kalau uang membeli paketnya tak ada sama saja," ungkap Syafi'i. 

Jadi ini perlu evaluasi yang serius bagi Pemda kita. Belum lagi SDM guru pembelajaran virtual ini merupakan tugas bersama kedepannya. 

Kesulitan ini akan tampak sulit bukan hanya sektor penyampaian materi  tapi guru paling penting adalah mendidik sebagai pembentuk karakter siswa, Sedangkan di dalam kelas saja guru yang dapat berkomunikasi tatap muka masih harus memaksimalkan proses didikan dengan memperhatikan satu persatu siswa dengan maksimal, apalagi mendidik di dunia maya ini?

"Boleh kita bayangkan beban guru disaat masa masa sulit bencana virus Corona ini. Jangan dikira guru di rumah semakin santai atau mudah justru makin sulit. Tapi kita PGRI Riau selalu mengimbau seluruh guru agar terus berusaha dan sabar dalam melaksanakan proses pembelajaran online ini. Karena ini suatu pengabdian di bidang kita. Kalau tenaga medis dengan tantangan yang berbeda, kita sebagai pendidik justru degan ke profesionalitas keilmuan kita," papar Dosen FKIP Universitas Riau ini.

Disinggung tentang Pemda yang belum mencairkan hak guru, Syafi'i mengatakan memang banyak yang melapor ke PGRI Riau. 

"Kita juga minta Pemda se-Riau segera cairkan segala bentuk hak nya guru. Jangan sampai guru terbebani keuangan sehingga keluar rumah dan tak fokus dirumah mengajar online. Ini juga akan jadi masalah. Karena semakin di rumah semakin butuh uang dan banyak pengeluaran," sebut Syafi'i. 

"Pemda segerakanlah baik itu gaji atau tunjangan bagi guru kita, karena ini sudah mau habis bulan Maret, karena ini sulit buat guru kalau hak guru tertunggak berbulan-bulan. Kita juga minta guru seluruh Riau tetap fokus mengajar online dari rumah, jaga kesehatan dan ikuti surat edaran mengenai pola pendidikan yang di arahkan oleh pimpinan daerah baik gubernur, walikota dan bupati masing masing," tutup Atan panggilan akrabnya. ***



Bagikan :
Bagikan tulisan ( berita/opini ) anda ke TIM Redaksi kami
Email : redaksi@menitriau.com
(Sertakan Foto dan Data Diri Anda)