Mantan Perdana Menteri Malaysia, Najib Razak. (internet)
Mantan Perdana Menteri Malaysia, Najib Razak. (internet)

Disidang Sore Ini. Berikut Tuntutan ke Mantan PM Malaysia Ini

MENITRIAU.COM - KUALA LUMPUR - Mantan Perdana Menteri Malaysia, Najib Razak, menghadapi 21 tuduhan kasus pencucian uang atas dugaan korupsi senilai US$ 628 juta (setara Rp9,3 triliun, dengan kurs US$ 1 = Rp 14.850), yang terkait dana investasi negara 1MDB.

"Najib akan muncul di pengadilan pada Kamis sore, di mana ia menghadapi puluhan dakwaan, termasuk sembilan tuduhan menerima dana ilegal, lima dakwaan menggunakan dan ilegal dan tujuh tuduhan mentransfer dana kepada entitas lain yang tidak terverifikasi," jelas Wakil Inspektur Jenderal Polisi, Noor Rashid Ibrahim, dalam sebuah pernyataan.

Dikutip dari The Guardian pada Kamis (20/9/2018), tuduhan keterlibatan Najib Razak dan kroni-kroninya dalam skandal 1MDB adalah faktor utama dalam kekalahan mengejutkan pemilu Mei lalu, yang dimenangkan oleh aliansi reformis pimpinan Mahathir Mohamad.

Mahathir (93), dalam tugas kedua kalinya sebagai perdana menteri, telah membuka kembali penyelidikan terhadap skandal 1MDB yang ditutup oleh pemerintah sebelumnya, dan berjanji membawa Najib ke pengadilan.

Sejak kehilangan kekuasaan, Najib telah diserang dengan tujuh tuduhan terkait klaim bahwa dia mengantongi sekitar US$ 10 juta (setara Rp 148 miliar) dari bekas unit 1MDB.

Namun penangkapannya pada Rabu 19 September, dinilai lebih signifikan karena terkait tuduhan utama dalam skandal 1MDB, yakni bahwa jumlah besar dari dana tersebut mengalir ke rekening pribadinya sebelum pemilu 2013 .

Komisi antikorupsi Malaysia mengatakan bahwa pihaknya telah menahan Najib sebagai bagian dari penyelidikan terhadap dugaan aliran dana tersebut.

James Chin, seorang ahli Malaysia dari University of Tasmania, mengatakan penangkapan Najib Razak saat ini "jauh lebih signifikan" daripada yang sebelumnya.

"Saya pikir orang-orang Malaysia akan sangat, sangat bahagia. Ada keluhan bahwa pemerintah tidak bergerak cukup cepat dalam mengurus isu 1MDB," kata Chin menjelaskan yang disitat dari liputan6.com, Kamis (20/9/2018)

Najib ditangkap sebelum sidang pembacaan dakwaan pada Kamis 20 September 2018. Dan sidang digelar Kamis (20/9/2018) sore ini ***



Bagikan :
Bagikan tulisan ( berita/opini ) anda ke TIM Redaksi kami
Email : redaksi@menitriau.com
(Sertakan Foto dan Data Diri Anda)