Foto bersama manajemen PT RAPP, Tanoto Foundation, dan ratusan mahasiswa di Tanah Air saat berkunjung ke RAPP di Riau Komplek, Pangkalan Kerinci, Pelalawan. (istimewa)
Foto bersama manajemen PT RAPP, Tanoto Foundation, dan ratusan mahasiswa di Tanah Air saat berkunjung ke RAPP di Riau Komplek, Pangkalan Kerinci, Pelalawan. (istimewa)

Ratusan Mahasiswa di Indonesia Belajar Persatuan dan Kesatuan di Riau Kompleks

MENITRIAU.COM - PANGKALAN KERINCI - Ratusan mahasiswa dari 20 perguruan tinggi Indonesia, Sabtu (22/9/2018), mengunjungi PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) di Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan, Riau.


Sebanyak 260 mahasiswa yang berasal dari Universitas Riau, Universitas Indonesia, Universitas Gadjah Mada, Universitas Sumatera Utara, Universitas Brawijaya, Akademi Teknologi Pulp dan Kertas (ATPK), Institut Pertanian Stiper (Instiper) dan lainnya dalam rangka Tanoto Scholars Gathering (TSG) 2018 tanggal 21 hingga 24 September 2018.

Para Scholars, sebutan untuk penerima beasiswa Tanoto Foundation (TF) disambut oleh Direktur RAPP, Mhd Ali Shabri. Ia mengatakan saat berada di RAPP, para scholars dapat belajar berbagai hal. 

Selain belajar mengenai industri, mereka juga dapat belajar bagaimana persatuan dan kebersamaan tetap ada di Riau Komplek RAPP.

"Di sini (Riau Komplek RAPP, red) ada berbagai macam suku bangsa. Saat ini ada 13 paguyuban yang ada. Sejak tahun 1993, Alhamdulillah sampai sekarang keharmonisan tetap terjaga. Di sini berbeda namun tetap satu. Para Scholars juga bisa belajar bagaimana menjadi pemimpin dari berbagai pemateri untuk meningkatkan soft skills," tutur Ali.

Salah satu penerima beasiswa TF yang berasal dari Akademi Teknologi Pulp dan Kertas (ATPK) Bandung, Nazri mengaku sangat senang mendapatkan kesempatan ini. Sebab, apa yang digelar TF bukan untuk main-main.

CEO Global Tanoto Foundation, Satrijo Tanudjojo mengatakan kegiatan ini rutin diadakan oleh TF untuk membangun jejaring antar scholars. Selain itu, mereka juga akan dibekali soft skills.

"Tujuan dilaksanakan TSG ini adalah kita ingin memperkuat nilai-nilai yang unggul yang sekaligus menjadi tema besar dalam kegiatan ini, yakni Learn dan Lead. Learn (belajar-red) tidak boleh berhenti dan lead (memimipin-red) harus mulai dilakukan baik itu memimpin diri sendiri, memimpin keluarga, serta memimpin lingkungan dan masyarakat. TSG ini juga kita lakukan agar mereka lebih mengenal Tanoto Foundation serta Mitra TF seperti APRIL dan Asian Agri, dimana para peserta dapat belajar dari dua perusahaan yang telah berkembang menjadi perusahaan kelas dunia ini," tutur Satrijo.

Satrijo menjelaskan TF berfokus pada peningkatan kualitas pendidikan. Sebab, meningkatkan pendidikan akan mempercepat kesetaraan peluang setiap orang. 

"Setiap orang bisa mengembangkan potensinya dan kehidupan sekeliling lebih baik," katanya.

Satrijo melanjutkan, TF sendiri punya program beasiswa Teladan. Teladan adalah inisiatif TF dalam bentuk program pengembangan kepemimpinan untuk melahirkan generasi muda Indonesia sebagai pemimpin masa depan yang bertanggung jawab. 

Dalam program ini, TF memberikan berbagai pelatihan kepemimpinan dan beasiswa kepada peserta program, terangnya.

"Target program adalah membentuk pemimpin yang secara terus-menerus memberi dampak positif bagi komunitas di mana mereka tinggal dan bekerja," tutup Satrijo. (rilis)



Bagikan :
Bagikan tulisan ( berita/opini ) anda ke TIM Redaksi kami
Email : redaksi@menitriau.com
(Sertakan Foto dan Data Diri Anda)