Ilustrasi
Ilustrasi

Dolar Mengamuk. Gubernur BI Sebut Jangan Dianggap Sebagai Kiamat

MENITRIAU.COM - JAKARTA - Nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah sudah tembus Rp15.000 tidak bisa dianggap sebagai kiamat. Demikian ungkapan disampaikan Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo.

"Jangan sampai kita melihat Rp 15.000 itu seperti sudah kaya kiamat, tapi kita harus bandingkan tingkat pelemahannya, bukan Rp 14.000-nya, Rp 15.000-nya," kata Perry dalam seminar 'Rezim Devisa dan Strategi Menghadapi Pelemahan Nilai Tukar Rupiah' di Gedung Nusantara, DPR RI, Jakarta Selatan, Rabu (3/10/2018).

Dia menilai pelemahan rupiah tidak bisa hanya dilihat dari angkanya, tapi seberapa dalam tingkat pelemahannya.

"Mari kita bandingkan, IDR (rupiah), Januari sampai sekarang tingkat pelemahan rupiah 9,82%," jelas Perry yang dilansir dari detik.com.

Sementara itu, negara lain seperti Turki, mata uangnya melemah hingga 37,7%, Afrika Selatan melemah 13,8%, dan India melemah 12,4%.

Meski demikian Perry menyadari pelemahan rupiah memang tetap harus diperhatikan. Hanya saja kondisi pelemahan rupiah tidak separah negara-negara tetangga tersebut. Dia pun mengumpamakan pelemahan rupiah sebagai sakit panas pada tubuh.

"Kalau kita lihat suhu panas badan kita dibandingkan negara lain, semua badan memanas tapi kita relatif terjaga," tambahnya. ***



Bagikan :
Bagikan tulisan ( berita/opini ) anda ke TIM Redaksi kami
Email : redaksi@menitriau.com
(Sertakan Foto dan Data Diri Anda)