Macet di Jalintim Pekanbaru-Duri. (internet)
Macet di Jalintim Pekanbaru-Duri. (internet)

Ini Permasalahan Klasik Setiap Tahun di Jalintim Pekanbaru-Duri

MENITRIAU.COM - DURI - Pekerjaan jalan rigid beton di Jalan Lintas Timur Pekanbaru-Duri selalu menimbulkan kemacetan yang luar biasa hingga puluhan jam. Ini menjadi permasalahan klasik setiap tahunnya.

Informasi yang dirangkum GoRiau.com dari sejumlah sumber di lokasi titik kemacetan, pengerjaan jalan di Desa Sam-sam, Kecamatan Pinggir, Kabupaten Bengkalis, Riau, sudah macet 13 jam lebih. Bahkan, ada pengemudi yang sudah terjebak kemacetan sejak Kamis (11/10/2018) sekitar pukul 17.00 WIB.

Parahnya lagi, kemacetan panjang hingga puluhan kilometer ini diakibatkan kendaraan pribadi yang menyerobot melalui lajur dari arah berlawanan. Sehingga kendaraan besar dan kecil dari arah sebaliknya pun kesulitan melintas dan membuat lalu lintas menjadi terhambat.

Kemacetan parah yang terjadi di Jalan Lintas Timur Sumatera (Pekanbaru-Duri) ini ternyata dirasakan juga oleh anggota DPRD Bengkalis, Rianto. Dirinya yang berangkat dari Kota Minyak Duri pada Jumat (12/10/2018) sekitar pukul 02.00 WIB. Dirinya pun masih terjebak dalam antrian panjang kendaraan yang belum bisa bergerak sedikit pun.

"Setiap tahunnya pengerjaan peningkatan Jalan Lintas Timur Sumatera (Pekanbaru-Duri) dengan rigid beton pasti macet hingga puluhan jam, apalagi diperparah dengan kondisi cuaca yang hujan dari semalam. Hal ini, seharusnya menjadi perhatian pemborong untuk bisa mengatur arus lalu lintas dengan baik," kata Rianto yang juga politisi dari Partai Amanat Nasional kepada GoRiau.com.

Dikatakan Rianto, kemacetan parah hingga 13 jam tentunya akan berdampak buruk bagi perekonomian masyarakat. Pertama, truk yang membawa sayur akan dirugikan karena sayurnya bisa membusuk. Kedua, masyarakat yang akan melalukan perjalanan bisnis tentunya akan dirugikan.

"Ketiga, truk yang membawa sembako juga akan dirugikan. Keempat, masyarakat secara imateril juga dirugikan dengan adanya kemacetan ini. Harusnya hal ini tidak terulang terus menerus, karena setiap tahun ada pengerjaan jalan dan bisa menjadi pelajaran. Ini merupakan tanggungjawab pemborong jalan, agar kemacetan tidak terjadi semakin parah," ungkapnya.

Rianto juga meminta Polda Riau dan Dinas Perhubungan Riau untuk meninjau pekerjaan jalan rigid beton yang sudah mengganggu perekonomian dan merugikan masyarakat ini akibat kemacetan yang parah.

"Kita juga mengapresiasi Satlantas Polres Bengkalis yang sebelumnya sudah turun mengatur arus lalu lintas saat terjadi kemacetan sebelumnya. Hal ini tentunya harus menjadi perhatian semua pihak dalam menangani kemacetan panjang yang terjadi saat pengerjaan jalan ini," jelas Rianto. ***



Bagikan :
Bagikan tulisan ( berita/opini ) anda ke TIM Redaksi kami
Email : redaksi@menitriau.com
(Sertakan Foto dan Data Diri Anda)