Siswanda. (istimewa)

Banjir dan Tata Kelola Drainase di Pekanbaru

MR/SA | 26 Dec 2018

MENITRIAU.COM - Air Hujan merupakan rahmat dan anugerah dari sang pencipta seyogyanya kita selaku hambanya bersyukur dengan turunnya hujan. 

Air yang mempunyai sifat selalu permukaanya rata dan akan mengalir dari tempat tinggi ke tempat yang rendah tidak akan terbantahkan oleh keilmuan apapun. 

Air hujan akan melewati daerah kelerengan air sesuai kaedah, apabila daerah kelerangan airnya terhambat maka akan terjadi permasalahan yang juga dibuat oleh manusia. 

Banjir adalah masalah besar dalam proses mengalirnya air permukaan, setiap tahun selalu terjadi permasalah banjir. Permasalahan banjir di Kota Pekanbaru ini sudah menjadi pemikiran serius bagi masyarakat, aparatur negara dan para ahli tata ruang kota. Sebab, hampir setiap bulan-bulan tertentu banjir ini rutin menyapa warga Kota Pekanbaru.

Terutama saat curah hujan melebihi daya tampung permukaan tanah kota yang sebagian sudah ditutupi semen dan paving block. Meskipun begitu, sebenarnya tidak masuk akal Kota Pekanbaru ini bisa kebanjiran, karena posisinya terletak jauh di atas permukaan Sungai Siak. 

Dan perkiraan saya, Kota Pekanbaru terletak kurang lebih 4 sampai 5 meter di atas permukaan sungai Siak tersebut. Kecuali wilayah di utara kota, sekitar Kecamatan Meranti Pandak.

Penyebab banjir di Kota Pekanbaru menurut saya adalah, tersumbatnya saluran air di parit-parit perumahan warga dan ruko. Saya amati, mungkin mereka tidak sengaja, tetapi sudah menjadi kebiasaan, membuang sampah atau kardus bekas belanja atau bekas jualan dibuang ke dalam parit. 

Menurut saya, WaliKota Pekanbaru dan jajarannya, meskipun sudah menyediakan anggaran untuk kebersihan kota, tetap harus melibatkan dan mendidik masyarakatnya untuk peduli terutama menjaga kebersihan parit-parit/kanal.

Minimal di sekitar rumah dan ruko masing-masing. Jika perlu, libatkan RT dan RW serta kelurahan. Bukankah pejabat RT, RW dan Lurah kita masih disegani warganya.

Jika sudah semua parit/drainase di Pekanbaru lancar tanpa penghalang, air dengan mudah  akan menuju tempat terendah, yaitu Sungai Siak. Jadi, kata banjir tidak akan terdapat dalam kamus Kota Pekanbaru. ***

*) Siswanda, pemerhati lingkungan tinggal di Kota Pekanbaru


Bagikan tulisan ( berita/opini ) anda ke TIM Redaksi kami
Email : redaksi@menitriau.com
(Sertakan Foto dan Data Diri Anda)