Dr. Ir. H. M. Nizar Dahlan, MSi. (istimewa)

Cagar Budaya Bengkulu

MR/BR | 08 May 2020

MENITRIAU.COM - Dalam memaknai perlunya melihat obyek cagar budaya Bengkulu, ada tiga hal yang perlu diperhatikan, yaitu : Pelestarian, Pengembangan dan Pariwisata.

Pengertian pelestarian adalah bagaimana melihat cagar budaya yang terdapat di Bengkulu itu adalah aset suku bangsa yang harus dijaga dengan sebaik baiknya, karena peninggalan budaya itu sebagai bukti sejarah yang tidak mungkin akan terulang kembali.

Pengertian pengembangan adalah menyiapkan fasilitas yang dapat mendukung kegiatan cagar alam untuk dijadikan sebagai penunjang pariwisata dan pemanfaatannya untuk menambah penghasilan asli daerah (PAD). 

Ada beberapa kekayaan cagar budaya yang terdapat di Bengkulu, yang berhubungan dengan peninggalan peninggalan sejarah dari pendudukan oleh Inggris, yaitu kajian Pemanfaatan Benteng Marlborough, Rumah Pengasingan Bung Karno di Jalan Gading Cempaka yang sekarang jadi musium, survey Tinggalan Bawah Air di Perairan Pulau Tikus, Pengumpulan Data Tinggalan Purbakala di Pulau Enggano dan sosialisasi cagar budayanya, pendataan Tinggalan cagar budaya Lebong Tandai di Bengkulu Utara.

Dengan mengangkat kembali kekayaan cagar budaya Bengkulu ini, diharapkan dapat mendorong pemajuan kebudayaan Bengkulu dan menumbuhkan kesadaran masyarakat Bengkulu dalam memandang kebudayaan Bengkulu sebagai aset bersama dan sumber daya yang harus berkelanjutan secara terus menerus untuk dilestarikan, dikembangkan, dimanfaatkan dan dibina untuk peningkatan ekonomi dan pendapatan masyarakat sejalan dengan amanah Undang-undang Nomor 5 Tahun 2017 untuk mendorong kebudayaan menjadi sumber daya dalam peningkatan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

Begitu juga kajian tentang latar belakang Inggris datang ke Bengkulu, sampai membuat sebuah Benteng Pertahanan yang menghadap ke laut. Tentu Inggris menganggap Bengkulu ini adalah daerah yang perlu dipertahankan dari serangan musuh yang menurut mereka daerah yang kaya dengan sumber daya alam.

Kalau perlu dibuka lagi hubungan lebih khusus dengan Kerajaan Inggris untuk memajukan ekonomi Bengkulu, dan bisa membuka pintu gerbang kerjasama dengan Eropa karena Provinsi Bengkulu itu pantainya langsung berhubungan dengan Lautan Hindia yang berhadapan dengan eropa.

Peningkatan sumber daya alam dan nabati Bengkulu bisa di tingkatkan melalui kerjasama dengan eropa, apalagi Pelabuhan Baai itu sudah dijadikan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) tetapi belum dimanfaatkan secara maksimal. ***

*) Dr. Ir. H. M. Nizar Dahlan, MSi, oenulis bakal calon Gubernur Bengkulu. 


Bagikan tulisan ( berita/opini ) anda ke TIM Redaksi kami
Email : redaksi@menitriau.com
(Sertakan Foto dan Data Diri Anda)