Tambah Lagi, PLN Terangi Dusun Terpencil di Indragiri Hilir Riau. (humaspln)
Tambah Lagi, PLN Terangi Dusun Terpencil di Indragiri Hilir Riau. (humaspln)

Tambah Lagi, PLN Terangi Dusun Terpencil di Inhil

MENITRIAU.COM - Pekanbaru - Sebanyak 87 Kepala Keluarga (KK) Dusun Parit Ambon Desa Simpang Kateman, Kecamatan Pelangiran, Kabupaten Indragiri Hilir, Riau kini bisa menikmati listrik 24 jam setelah PT PLN (Persero) melalui Penyertaan Modal Negara (PMN) dari Pemerintah sukses menghadirkan listrik di wilayah 3T (tertinggal, terdepan dan terluar) dalam upaya mewujudkan energi berkeadilan bagi seluruh masyarakat.

Kehadiran listrik 24 jam ini disambut suka cita oleh warga setempat. Ahmad Rafidien salah satu warga Dusun Parit Ambon mengatakan, masuknya listrik di wilayahnya menjadi berkah bagi warga yang telah lama mendambakan akses listrik.

“Kami menyadari proses pembangunan jaringan listrik sampai kedaerah kami tidak semudah membalikkan telapak tangan, kerja keras dan perjuangan PLN telah membuahkan hasil. Dulu kami merasa gelap gulita di malam hari tetapi sekarang listrik sudah menyala 24 jam. Anak-anak bisa mengaji dimalam hari, mereka bisa belajar dengan nyaman dan keperluan kami dimalam hari dapat terpenuhi karena listrik menyala dimalam hari. Terimakasih PLN,” ujar Ahmad. 

General Manager PLN Unit Induk Distribusi Riau & Kepulauan Riau (UIDRKR), Parulian Noviandri  menjelaskan, sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang diamanahi bidang kelistrikan, pihaknya berkomitmen mendukung Pemerintah untuk meningkatkan elektrifikasi nasional. Hal ini juga selaras dengan wujud kehadiran negara dalam mewujudkan keadilan energi sejalan dengan sila kelima Pancasila.

“Meski wilayah tersebut berlokasi cukup terpencil atau berjarak sekitar 226 Km dari Kota Pekanbaru dan 60 Km dari Kota Tembilahan yang merupakan Ibu Kota dari Kabupaten Indragiri Hilir, tak menyulutkan semangat insan PLN menghadirkan akses kelistrikan bagi saudara-saudara kita yang berada Dusun-dusun terpencil,” ujar Parulian.

PLN, kata Parulian, dalam menghadirkan akses kelistrikan di wilayah tersebut pihaknya membangun jaringan tegangan menengah sepanjang 3,7 kilometer sirkit (kms), jaringan tegangan rendah 4 kms dan trafo distribusi sebanyak 2 unit.

”Kondisi geografis dan infrastruktur jalan yang masih sangat terbatas menyebabkan kesulitan mobilisasi material. Kami memanfaatkan moda transportasi air untuk menjangkau dusun-dusun terpencil tersebut. Namun segala kesulitan yang menghadang tak membuat kami menyerah dan kami terus berusaha untuk melistriki semua pelosok negeri dengan sumber daya yang dimiliki agar rasio elektrifikasi bisa mencapai 100 persen,” tutup Parulian.

Pihak juga PLN menghimbau kepada masyarakat untuk aktif dalam menjaga dan merawat aset kelistrikan yang ada di sekitar mereka. apabila ada hal-hal yang dapat mengganggu serta membahayakan segera melapor kepada PLN terdekat atau melalui Aplikasi PLN Mobile dan Contact Center PLN 123. (rls)



Bagikan :
Bagikan tulisan ( berita/opini ) anda ke TIM Redaksi kami
Email : redaksi@menitriau.com
(Sertakan Foto dan Data Diri Anda)