Pembukaan orientasi dan ujian masuk anggota PWI Riau, Jumat (28/5/2021) di Pekanbaru. (istimewa)
Pembukaan orientasi dan ujian masuk anggota PWI Riau, Jumat (28/5/2021) di Pekanbaru. (istimewa)

Calon Anggota PWI Pagi Ini Jalani Ujian. Zulmansyah: Jangan Anggap Remeh

MENITRIAU.COM - PEKANBARU - Pagi ini, Sabtu (29/5/2021), hampir seratus orang wartawan di Riau akan menjalani ujian masuk anggota PWI Riau. Ketua PWI Riau, H Zulmansyah Sekedang mengingatkan calon anggota PWI Riau agar tidak menganggap remeh tes yang akan dijalankan. Pasalnya, ujian masuk ini bukanlah formalitas, karena ini menyangkut pemahaman personal dalam berorganisasi terutama menjadi seorang wartawan profesional.

Hal ini diingatkan Zulmansyah Sekedang saat membuka orientasi dan ujian masuk calon anggota PWI Riau yang diikuti hampir 100 orang wartawan di Riau, Jumat (28/5/2021) di Gedung PWI Riau Jalan Arifin Achmad Pekanbaru. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari yakni Jumat (28/5/2021) dan Sabtu (29/5/2021) ini dibuka Ketua PWI Riau H Zulmansyah Sekedang didampingi Ketua Dewan Penasehat PWI Riau H Helmi Burman.

"Kawan-kawan yang ikut seleksi di PWI yang sudah direkomendasi oleh PWI kabupaten/kota bersyukurlah. Artinya, sudah satu tahapan dilewati (orientasi). Tahapan berikutnya ada empat proses yang harus dilewati. Kawan-kawan akan merasakan, ooo... begini masuk PWI ini rupanya. Masuk PWI ini bukan icak-icak rupanya. Kalau kawan-kawan berhalangan pada tahap berikutnya, berarti tak lulus. Kalau kawan-kawan datangnya telat, berarti tak lulus. Jadi kalau ada petunjuk dari panitia datang pukul 08.00 WIB, sebaiknya datang jam 07.45 WIB. Tiba-tiba pengujinya datang lebih cepat, sementara kawan-kawan belum datang, bisa tak lulus. Karena itu, kawan-kawan yang ikut seleksi ini harus menyimak penjelasan dari senior-senior PWI berkaitan dengan materi ujian tulis dan materi wawancara. Jadi ada pembekalan. Sebelum ikut ujian tulis, dikasih kisi-kisinya. Misalnya Peraturan Dasar dan Peraturan Rumah Tangga PWI pernah baca tidak? Kode Etik pernah baca tidak? Sejarah PWI ada baca tidak? Pas ditanya tidak tahu pula. Karena itu, penjelasan-penjelasan dari senior-senior PWI sebaiknya disimak. Kalau perlu dicatat. Dan saya melihat, banyak yang suka anggap remeh ikut ujian seleksi anggota PWI formalitas saja. Yakinlah, kalau saat wawancara tidak bisa memberikan jawaban yang pas, bisa tertunda masuk anggota PWI nya," papar Zulmansyah.

Dalam kesempatan ini, Dirut RTV ini juga menyampaikan selamat mengikuti orientasi dan ujian masuk calon anggota PWI Riau tahun 2021. "Dari awal saya ingatkan, bahwa PWI dalam merekrut anggota tidak pernah lulus 100 persen. Sebenarnya seleksi awal sudah dilakukan oleh kawan-kawan PWI di kabupaten/kota. Di kita ini, setiap open rekrutmen banyak sekali yang mendaftar. Karena banyak dari daerah, kita minta teman-teman Pengurus PWI kabupaten/kota untuk mengurus seleksi awal," tutur Zulmansyah.

Disamping itu, kata Zulmansyah, ada orang ikut test PWI sampai tiga kali tak lulus-lulus. Tiga tahun dia ikut tak lulus-lulus. Sekarang jadi pengurus PWI.

"Kalau kawan-kawan pernah dengar nama Bang Oberlin Marbun, sekarang bendahara PWI Riau periode sekarang. Itu tiga kali tak lulus. Tiga tahun berturut-turut tidak lulus. Ujian di Pekanbaru tak lulus. Waktu itu PWI masih bergabung dengan Kepulauan Riau, ujian di Tanjung Pinang tak lulus, ujian di Dumai tak lulus. Tapi di terus ikut. Sampai akhirnya dia lulus dan mendapatkan Press Xard Number One (PCNO), karena dedikasi dan loyalitasnya sangat tinggi kepada organisasi PWI," ungkap Zulmansyah mencontohkan.

Kawan-kawan yang ikut seleksi ini, kata Zulmansyag, juga diharapkan seperti itu. Nanti kalau sudah bergabung, dijaga marwah wartawan, dijaga marwah profesi. Bagaimana menjaganya? Sebagai wartawan, kawan-kawan diatur oleh Undang-Undang (UU) Pers dan diatur oleh Kode Etik Jurnalistik (KEJ). Tetapi sebagai anggota PWI, ada lagi aturan lain yang mengikat. Kalau kawan-kawan melanggar itu, pecat. Apa ada wartawan anggota PWI dipecat? Ada. Wartawan PWI harus taat pada Peraturan Dasar, Peraturan Rumah Tangga (PD PRT), Kode Etik Wartawan Indonesia  (KEWI) yang punya PWI. KEWI PWI ini berbeda dengan Kode Etik Jurnalistik terbitan Dewan Pers. Lebih banyak Kode Etik Wartawan Indonesia terbitan PWI. Kemudian ada namanya Kode Perilaku Wartawan. ***



Bagikan :
Bagikan tulisan ( berita/opini ) anda ke TIM Redaksi kami
Email : redaksi@menitriau.com
(Sertakan Foto dan Data Diri Anda)