Aat Surya Safaat. (istimewa)
Aat Surya Safaat. (istimewa)

Keberatan Atas Pemberitaan Bisa Lapor Dewan Pers

MENITRIAU.COM - JAKARTA - Keberatan CEO Travel Umroh PT  Riau Wisata Hati (RWH) Muhammad Dawood terhadap pemberitaan beberapa media, menyusul viralnya pemberitaan yang dinilainya tendensius dan  berdampak merugikan dirinya secara pribadi dan bisnis yang dikelolanya.

Menanggapi hal ini, Pengamat Media Aat Surya Safaat mengungkapkan keberatan ini bisa dilaporkan ke Dewan Pers.

“Bagi pihak yang merasa dirugikan atas sebuah pemberitaan seperti yang dialami CEO Travel Umroh PT Riau Wisata Hati ini, yang bersangkutan bisa melaporkannya secara resmi ke Dewan Pers,” kata Aat, sapaan akrabnya, dalam keterangannya kepada pers, Ahad (8/8/2021).

Menurut Penasehat Forum Akademisi Indonesia (FAI) itu, Dewan Pers menerima pengaduan kasus pers yang menyangkut karya jurnalistik, perilaku dan atau tindakan wartawan yang terkait dengan kegiatan jurnalistik yang bersifat pelanggaran UU Pers No. 40 Tahun 1999 atau Kode Etik Jurnalistiik.

Dia menjelaskan bahwa proses penanganan pengaduan mulai dilakukan paling lambat selama 14 hari kerja sejak pengaduan diterima dan perkembangan penanganan pengaduan akan diumumkan di website Dewan Pers.

“Nanti Dewan Pers akan mengkaji berita-berita yang menjadi keberatan tersebut, apakah sudah sesuai dengan Kode Etik Jurnalistik dan UU Pers atau tidak,” kata Kepala Biro ANTARA New York periode 1993-1998 yang juga pernah menjadi Pemimpin Redaksi/Direktur Pemberitaan Kantor Berita ANTARA itu.

Dewan Pers nanti akan memediasi sengketa pemberitaan tersebut untuk kemudian memberikan rekomendasi. Jika rekomendasi tidak dilaksanakan oleh media yang ternyata terbukti bersalah, maka pihak yang dirugikan bisa melaporkan media dimaksud ke pihak yang berwajib karena persoalannya sudah masuk ke ranah hukum.

Ia mengingatkan, wartawan dan media tempatnya bekerja harus berhati-hati dalam menulis dan menurunkan berita agar tidak merugikan pihak lain, terlebih kalau dilakukan tanpa klarifikasi dari pihak yang diberitakan. Berita yang disiarkan harus memenuhi prinsip akurasi dan keberimbangan.

Terkait pemberitaan Travel Umroh PT PT Riau Wisata Hati, pemilik perusahaan tersebut sempat mengundang media-media yang menyudutkannya untuk memberikan klarifikasi, tapi yang datang hanya empat media, sehingga dia mempertimbangkan untuk melaporkannya ke Dewan Pers. (rls)



Bagikan :
Bagikan tulisan ( berita/opini ) anda ke TIM Redaksi kami
Email : redaksi@menitriau.com
(Sertakan Foto dan Data Diri Anda)