Suasana di Afghanistan. (internet)
Suasana di Afghanistan. (internet)

Taliban Kuasai Kabul

MENITRIAU.COM - JAKARTA - Taliban berhasil merebut ibu kota Afghanistan Kabul. Taliban disebut memenangkan serangan kilat di negara itu, saat pasukan pemerintah "runtuh" tanpa dukungan militer Amerika Serikat.

Sebuah cuitan di media Twitter menyebut bagaimana tembakan terdengar di sejumlah titik kota Kabul. Sebuah klip video yang didistribusikan oleh Taliban menunjukkan orang-orang bersorak danberteriak, ketika konvoi truk pick-up memasuki kota dengan para tentara mengacungkan senapan mesin dan bendera putih Taliban..

"Taliban telah menang dengan pedang dan senjata mereka," kata Presiden Afghanistan Ashraf Gani dalam pernyataan di Twitter, Ahad (15/8/2021) waktu setempat.

"Sekarang (mereka) bertanggung jawab atas kehormatan, propert dan pertahanan diri warga negara mereka."

Dilansir dari cnbcindonesia.com, Ghani sendiri disebut sudah meninggalkan Afghanistan. AFP mengutip media terkemuka negeri itu, Tolo News, melaporkan ia meninggalkan negerinya ke Tajikistan.

Hal ini dibenarkan tokoh pemimpin proses perdamaian di sana, Abdullah Abdullah. Menurutnya Ghani telah meninggalkan warga.

"Mantan presiden Afghanistan (Ghani) telah meninggalkan negara, meninggalkan orang-orang dalam situasi ini," katanya dalam sebuag cuitan di Facebook.

Dikuasainya Kabul oleh Taliban memicu kepanikan di kota itu. Penduduk khawatir akan kembalinya pemerintahan "garis keras" Islam oleh kelompok itu.

Taliban sebelumnya pernah berkuasa dari 1996 hingga 2001. Pada saat itu sejumlah aturan ketat dilakukan termasuk pembatasan hak-hak perempuan.

Sementara itu, Taliban mengatakan sudah menguasai istana kepresidenan. Mereka akan mengadakan pertemuan tentang keamanan negara.

Taliban telah gencar melakukan serangan sepekan terakhir. Sebelum memasuki Kabul, akhir pekan lalu, Taliban berhasil menguasai dua kota terbesar kedua dan ketiga Afghanistan, Kandahar dan Herat.

Di Mana AS?

Pemerintah Presiden AS Joe Biden tetap berkomitmen akan meninggalkan Afghanistan 31 Agustus ini. Hal tersebut diperkirakan menjadi makin "sanggar-nya" Taliban di Aghanistan.

Masuknya Afghanistan ke Kabul bahkan telah diantisipasi AS dengan mengevakuasi besar-besaran warganya, terutama staff kedutaan, sejak akhir pekan kemarin. Bahkan 5.000 tentara AS telah bersiaga di bandara Kabul.

Pada Minggu helikopter juga diterjunkan mengevakuasi para diplomat. Biden sendiri telah menegaskan akan membiarkan rakyat Afghanistan memutuskan nasibnya sendiri tanpa AS.

AS telah menghabiskan anggaran lebih dari US$ 1 triliun selama 20 tahun di Afganistan. Bahkan sudah kehilangan ribuan tentara.

Paman Sam menarik diri dari Afghanistan dengan imbalan janji Taliban. Di mana kelompok itu menyetujui tak akan menjadikan Afganistan sebagai wilayah operasi terorisme internasional. ***



Bagikan :
Bagikan tulisan ( berita/opini ) anda ke TIM Redaksi kami
Email : redaksi@menitriau.com
(Sertakan Foto dan Data Diri Anda)