Istimewa
Istimewa

Orangutan Sun Ghou Kong Dilepasliarkan ke Kawasan TNBT

MENITRIAU.COM - RENGAT - Dalam rangka memperingati Hari Konservasi Alam Nasional dan Hari Orangutan Sedunia yang diperingati setiap tanggal 19 Agustus, pada hari ini telah dilaksanakan pelepasliaran seekor orangutan ke Kawasan Taman Nasional Bukit Tiga Puluh (TNBT).

Kepala Balai Taman Nasional Bukit Tiga Puluh, Fifin Arfiana Jogasara dalam keterangan tertulisnya menyampaikan, pelepasliaran Orangutan ini bertujuan untuk mengembalikan satwa liar ini ke habitat aslinya. 

"Orangutan yang dilepasliarkan kali ini
bernama Sun Ghou Kong berjenis kelamin jantan dan umur 16 tahun; berasal dari Simalingkar-Sumatera Utara dengan nomor ID OU 194. Pertama kali tiba di Stasiun SORC Sungai Pengian pada 27 Februari 2011 sekira umur 5 (lima) tahun dan dilepasliarkankan pada 29 Januari 2012 ( 7 tahun) di Hulu Sungai Belantik kawasan penyangga TNBT," ucapnya.

Berdasarkan riwayat pelepasliaran, Orangutan Sun Ghou Kong telah 
dilepas sebanyak 5 (lima) kali dan berdasarkan hasil perjumpaan kembali Orangutan Sun Ghou Kong berulang kali ditemukan di lokasi yang sama, dapat dikatakan Orangutan Sun Ghou Kong telah menguasai daerah jelajahnya. 

Lokasi pelepasliaran 
Orangutan Sun Ghou Kong kali ini dipilih area baru dan belum dikenali yang berada di Sungai Tulang, Wilayah Kerja Resort Lahai SPTN Wilayah II Belilas Untuk mencapai lokasi ini, tim release harus menempuh jarak 2-3 Km dan membutuhkan waktu tempuh 4-5 jam berjalan kaki, dengan memikul beban kandang dan Orangutan seberat kurang lebih 120 kg. 

Pelepasliaran dilakukan secara bersama yang melibatkan beberapa pihak yaitu Balai TNBT, Balai KSDA Jambi, FZS, Polsek Batang Cenaku, Pemerintah Kecamatan Batang Cenaku dan Desa Sipang. Untuk memikul 
kandang yang berisi Orangutan Sun Ghou Kong melibatkan masyarakat setempat.

Dipilihnya lokasi baru ini diharapkan dapat mendorong Orangutan Sun Ghou Kong
untuk mengeksplore habitat yang berbeda dan kembali liar di alam. Berdasarkan pantauan dari awal pelepasliaran, Orangutan Sun Ghou Kong masuk kategori Orangutan yang cukup pintar, terbukti dari hasil analisis data harian pencapaian makan lebih dari 40?ngan didominasi memakan buah hutan serta Body Condition Score (BCS) terbilang stabil yaitu score 3 dimana score tersebut adalah ideal tubuh orangutan yang berada di alam liar. 

Harapan kedepannya, Orangutan Sun Ghou Kong
dapat bertahan hidup dan hidup harmonis dengan alam, mampu berkembangbiak guna kelangsungan populasi mereka di alam dan menyelamatkan satwa ini dari ambang kepunahan.

Kawasan Taman Nasional Bukit Tiga Puluh (TNBT) sebagai area pelepasliaran orangutan merupakan salah satu kegiatan dalam Memorandum Saling Pengertian 
(MSP) antara Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan melalui Ditjen Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem dengan Frankfrurt Zoological Society (FZS) tentang 
Program Konservasi Satwa Liar dan Habitatnya di TNBT. 

Satwa liar Orangutan memiliki status konservasi Critically Endangered atau Terancam Punah berdasarkan daftar merah IUCN Orangutan Sumatera dan masuk kategori Appendix 1 menurut CITES;
yang berarti spesies ini tidak boleh diperdagangkan. 

Kegiatan pelepasliaran Orangutan 
di TNBT ini sudah dimulai sejak tahun 2001 melalui Program Reintroduksi Orangutan Sumatera (PROS). Orangutan yang dilepasliarkan adalah hasil rehabilitasi pasca satwa tersebut diserahkan oleh masyarakat. Individu orangutan sitaan dibawa ke stasiun rehabilitasi di Sumatran Orangutan Rehabilitation Center (SORC) Sungai Pengian dan sebagian di Orangutan Open Sactuary (OOS) Danau Alo.

Kedua stasiun ini menjadi tempat singgah sementara dimana orangutan akan diajarkan untuk mencari makan dan bertahan hidup di alam.
(rls)



Bagikan :
Bagikan tulisan ( berita/opini ) anda ke TIM Redaksi kami
Email : redaksi@menitriau.com
(Sertakan Foto dan Data Diri Anda)