H. Helmi Burman. (istimewa)
H. Helmi Burman. (istimewa)

Menerka Langkah Kuda Hitam SF Haryanto

MENITRIAU.COM - GUBERNUR Riau Syamsuar sepertinya melanggar kebiasaan yang berlangsung selama ini ketika melantik Sekretaris Daerah Riau, SF Hariyanto, Rabu (18/8) di Balai Serindit, gedung Gubernuran Riau.

Sudah saya bolak balik sejarah panjang karir PNS Syamsuar dan Hariyanto di Riau. Begitu juga di organisasi masyarakat atau lainnya. Tidak satupun saya temukan bahwa kedua tokoh ini pernah berhubungan erat, baik pribadi maupun kedinasan. 

Sepengetahuan saya dan lazimnya terjadi, Sekda adalah jabatan penting dan strategis yang pasti diduduki oleh orang terdekat dan terpercaya oleh penguasa. Seperti halnya Yan Pranajaya yang menjadi Sekdaprov Riau pertama di masa kepemimpinan Syamsuar,
sebelum ditahan Kejati Riau. 

Awalnya saya dan juga semua orang yang mengerti soal pemerintahan, pasti menduga bahwa pengganti Yan Prana adalah orang yang bisa dipercaya Syamsuar. Dan ada beberapa nama yang beredar secara bisik-bisik di luar sana. Tentunya dengan melihat kedekatannya dengan sang gubernur.

Alih-alih membawa nama orang dekatnya, dalam proses seleksi calon sekda itu, keluar tiga nama dimana salah seorang diantaranya tidak pernah terpikirkan sama sekali. Dia adalah SF Hariyanto, mantan Kadis PU Riau dan Kadispenda Riau, dan terakhir Inspektorat di Kementerian PUPR. 

Saya pribadi, kenald dengan SF Hariyanto. Sama-sama alumni Smansa Pekanbaru. Satu angkatan malah, ‘83. Pernah bermitra sewaktu saya di Komisi D DPRD Riau dan beliau di Dinas PU Riau. Selain itu, sama-sama pengurus KONI Riau periode 2014-2018.

Tapi, begitu namanya ada di dalam satu dari tiga nama yang lolos untuk diusulkan ke Kemendagri, saya mulai menghubung-hubungkannya dengan banyak hal. Mustahil namanya bisa masuk tiga besar jika tidak adaapa-apanya. Lebih mustahil lagi jika masuknya nama dia dihubungkan dengan kedekatannya dengan Syamsuar. Tidak mungkin!!

Apakah ada suatu kekuatan yang lebih besar, menginginkan Haryanto menjabat sebagai Sekda Riau? Dan itu tidak bisa ditolak Syamsuar? Tapi siapa yang memiliki kekuatan sebesar itu? Apa tujuannya? Ahhh....!!!! Begitu banyak alasan yang berkelebat liar di benak saya.

Yang membuat saya lebih terkagum-kagum, pelantikan Sekda Riau kali ini berbeda dari biasanya. Sesuai protokol
kesehatan, undangan resmi hanya 18 orang. Terdiri dari unsur Forkopimda, beberapa kepala dinas dan kepala biro, plus Supirman S.Sos, Staf Khusus Badan Siber dan Sandi Negara. 

Ini undangan resmi lho? Apa kepentingannya coba? Selain itu, tidak dicantumkan dalam undangan, hadir juga seorang staf Kemendagri, dan Irjen PUPR, atasan SF Hariyanto di PUPR.

Nah, hebat kan? Apa ada juga yang merasakan keanehan itu? Atau jangan-jangan, cuma saya sendiri yang terlalu mengada-ada???

Tapi apapun alasannya, saya tetap ikut bangga bahwa Sekda Riau sekarang adalah kawan lama saya. Selamat bro!! ***

*) H. Helmi Burman, penulis Ketua Dewan Penasehat PWI Riau.



Bagikan :
Bagikan tulisan ( berita/opini ) anda ke TIM Redaksi kami
Email : redaksi@menitriau.com
(Sertakan Foto dan Data Diri Anda)