Ilustrasi. (internet)
Ilustrasi. (internet)

Ketua Komisi II DPR Pastikan Pelaksanaan Pemilu di 2024

MENITRIAU.COM - JAKARTA - Meski pandemi masih berlangsung, dipastikan pelaksanaan pemilihan umum (Pemilu) tetap akan digelar pada 2024 mendatang.

Demikian diungkapkan Ketua Komisi II DPR Ahmad Doli Kurnia Tandjung, Kammis (2/9/2021) di Gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen, Jakarta. "Kalaupun kemudian pandemi ini masih terus berlangsung, tentu kan kita punya cara juga untuk bisa mengatasi. Intinya setiap negara, setiap pemerintahan harus menjaga melindungi rakyat dan masyarakatnya," ujar Doli seperti dikutip dari republika.co.id,

Berkaca pada pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2020, ia menjelaskan bahwa seluruh tahapan berjalan dengan baik. Bahkan, ketakutan akan menimbulkan klaster Covid-19 tak terjadi.

"Bahwa karena virus ini kita simpulkan tidak akan hilang dalam waktu jangka yang pendek, yang perlu kita lakukan adalah penyesuaian-penyesuaian," ujar Doli.

Penyelenggara Pemilu 2024, pemerintah, dan DPR dipastikannya bersungguh-sungguh agar pelaksanaannya tak memakan korban. Di samping itu, ia berharap keadaan Indonesia semakin membaik dari Covid-19.

"Saya kira pengalaman itu (Pilkada 2020) bisa kita bawa nanti pada persiapan pemilu 2024. Mudah-mudahan situasi pandeminya sudah jauh lebih baik dibandingkan di awal dan yang sekarang," ujar Wakil Ketua Umum Partai Golkar itu.

Lebih Percaya Diri

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengingatkan lembaga penyelenggara pemilu dan seluruh pihak terkait untuk lebih percaya diri menggelar pemilu serentak 2024 dengan tantangan kondisi pandemi Covid-19. Penyelenggaraan Pilkada Serentak 2020 di tengah kondisi pandemi Covid-19 menjadi pengalaman berharga untuk Pemilu 2024.

Pemilu 2024 dijadwalkan pada 21 Februari, sementara Pilkada Serentak 2024 pada 27 November. Ia menjelaskan Pilkada 2020 menjadi sejarah baik bagi Indonesia dalam menyelenggarakan pesta demokrasi di 270 daerah dengan tingkat partisipasi cukup tinggi di tengah kondisi pandemi Covid-19.

Pilkada 2020, kata dia, merupakan pemilu terbesar kedua di dunia selama pandemi Covid-19 dan tidak menyebabkan angka kasus aktif menjadi naik. "Jangan anggap peristiwa 9 Desember 2020 adalah sesuatu yang biasa. Ini Pemilu kita 76,09 persen tingkat partisipasi pemilihnya, yang terjadi juga analisanya di 270 daerah penyelenggara pilkada itu angka Covid-19 turun, daerah yang tidak ada Pilkada justru naik," ujar Tito. ***



Bagikan :
Bagikan tulisan ( berita/opini ) anda ke TIM Redaksi kami
Email : redaksi@menitriau.com
(Sertakan Foto dan Data Diri Anda)