Pimpinan Ponpes Darul Fikri, KH Ahmad Fauzi SAg, bersama Asisten I Setdaprov Riau, Drs H Masrul Kasmy MSi, Staf Ahli Bupati Meranti Bidang Kemasyarakatan, Muhammad Mahdi dan lainnya saat memotong nasi tumpeng saat Tasyakuran Milad ke-3 Ponpes Darul Fikri, Kamis malam (22/9/2022)
Pimpinan Ponpes Darul Fikri, KH Ahmad Fauzi SAg, bersama Asisten I Setdaprov Riau, Drs H Masrul Kasmy MSi, Staf Ahli Bupati Meranti Bidang Kemasyarakatan, Muhammad Mahdi dan lainnya saat memotong nasi tumpeng saat Tasyakuran Milad ke-3 Ponpes Darul Fikri, Kamis malam (22/9/2022)

Milad ke-3 Darul Fikri, Ponpes Terbaik di Meranti Berkat Kepercayaan Masyarakat

MENITRIAU.COMSELATPANJANG - Pondok Pesantren (Ponpes) Darul Fikri yang berada di Desa Banglas Barat, Kecamatan Tebingtinggi, Kabupaten Kepulauan Meranti, merayakan Tasyakuran Milad ke-3 atau ulang tahun ke-3 Tahun 2022. Walaupun baru berumur 3 tahun, namun sudah mampu menjadi ponpes terbaik di Meranti.

 

Pimpinan Ponpes Darul Fikri, KH Ahmad Fauzi SAg mengaku bahwa kemajuan tersebut dicapai berkat dukungan seluruh masyarakat. Termasuk dukungan pemerintah. Karena ponpes tersebut maju dan berkembang berkat bantuan seluruh elemen masyarakat dan dukungan pemerintah. Baik bantuan dalam bentuk materil, maupun dalam bentuk dukungan moral.

 

"Sejak dibangun, hingga kini, dukungan masyarakat mengalir terus ke pondok ini. Terutama dukungan materil. Sehingga saat ini menjadi ponpes terbaik di Meranti," ungkapnya.

 

Ustad Ahmad Fauzi menceritakan perjuangan mereka untuk bisa mendirikan Ponpes Darul Fikri dimulai dari kerisauan nasib anak-anak Meranti. Pendiriannya berawal dari kegiatan subuh keliling yang dilakukan bersama pemerintah daerah dan sejumlah jamaah.

 

Setelah itu muncul ide membuat Yayasan Fitrah Madani (YFM) yang bergerak dalam bidang dakwah keliling kampung dan pelosok daerah di Meranti. Bahkan dalam dakwah keliling itu puluhan orang yang berniat masuk Islam pun sudah dibimbing YFM.

 

"Berbagai bantuan untuk mendukung dakwah dan mengislamkan masyarakat yang berniat masuk Islam pun berdatangan. Seperti kita mendapatkan kapal dakwah dari KH Mustafa Umar dan bahkan dukungan dari Ustadz Prof Dr Abdul Somad Lc MA," ceritanya. 

 

Kemudian YFM merasa risau melihat anak-anak Meranti yang sulitnya menimba ilmu agama di ponpes. Bahkan untuk bisa mondok harus ke Jawa dan keluar Meranti. "Balek mondok, malah kembali nongkrong di simpang dan main gitar. Ini membuat kita miris. Setelah mendapatkan dukungan, kita berniat bagaimana di Meranti bisa didirikan ponpes," ujarnya.

 

Pada Tahun 2017, YFM yang memiliki niat untuk mendirikan ponpes akhirnya mendapatkan hibah tanah dari Muhammad Fauzi seluas 3,5 hektar di Desa Banglas Barat. Dari lahan tersebut dikembangkan untuk mengumpulkan donasi dari berbagai pihak. 

 

"Tahun 2018, Ustadz Abdul Somad datang dan membantu mengumpulkan donasi untuk pembangunan pondok. Kemudian, dukungan dari Hj dr Diana Tabrani yang menggerakkan para dokter untuk mendonasikan sebagian rezekinya ke ponpes ini. Setelah itu, kepercayaan masyarakat terkumpul dana hingga Rp800 juta lebih. Setelah pembangunan gedung dimulai, dukungan pemerintah daerah juga turun untuk pembangunan masjid. Para donasi dari seluruh lapisan masyarakat yang terus muncul menjadi kekuatan kita untuk mendirikan dan memajukan ponpes ini," terangnya.

 

Kini, lanjut KH Ahmad Fauzi jumlah santri di Ponpes Darul Fikri berjumlah 400 orang. Dimana selain memiliki SMP IT Boarding School, juga sudah memiliki siswa angkatan pertama SMA IT Boarding School. Sementara jumlah tenaga pengajar dan tenaga kerja sebanyak lebih kurang 110 orang.

 

"Kita menjadi satu-satunya sekolah yang boarding school di Meranti. Dimana kurikulum pendidikan di bawah pemerintah daerah, dan pondoknya di bawah binaan Kementrian Agama. Dan saat ini Ponpes Darul Fikri menjadi ponpes terbaik di Meranti. Semuanya berkat kepercayaan dan dukungan masyarakat," ucapnya lagi.

 

Ketua YFM dan Pimpinan Ponpes Darul Fikri tersebut mengatakan saat ini santri yang mondok di Darul Fikri tidak hanya dari Meranti saja. Tetapi juga dari sejumlah daerah di Riau dan Kepri. Mulai dari Batam, Tanjung Balai Karimun, Tembilahan, Pekanbaru dan berbagai daerah lainnya.

 

"Dari total 400 santri, sebagaian nya diberikan bea siswa alias sekolah gratis. Terdiri dari 31 orang anak-anak yatim, 15 orang anak-anak mualaf dan sejumlah anak-anak yang ekonomi keluarganya hancur akibat Covid-19. Daripada mereka berhenti di tengah jalan, lebih baik kita bantu untuk tetap bersekolah dan mendapatkan pendidikan agama di sini," rincinya.

 

Selain itu, saat ini sebanyak 12 santri di Darul Fikri sudah hafal 30 juzz. Hal ini menjadi pencapaian yang besar. Bahkan, berbagai prestasi juga berhasil dicapai para santri. Baik dibidang akademis, keagamaan, dan non akademis. Bahkan kedepannya, bagaimana Ponpes Darul Fikri bisa mengikuti lomba saint.

 

Lebih jauh, Ustadz Ahmad Fauzi mengaku sedang belajar untuk membuat amal usaha dengan keterlibatan wali santri. Ia berharap jika ada usulan dan ide jenis amal usaha yang bisa dibuat untuk memajukan ponpes dapat disampaikan kepadanya. 

 

"Kita akan belajar amal usaha. Kalau ada ide dari bapak-bapak dan ibu-ibu silahkan berikan saran untuk amal usaha kami. Sehingga nantinya ponpes ini bisa maju dan berkembang," ajak Ustadz Fauzi.    

 

Hadir juga dalam milad ke-3 Ponpes darul Fikri yang dilaksanakan di lokasi pondok, Asisten I Setdaprov Riau, Drs H Masrul Kasmy MSi, Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan, Drs Muhammad Mahdi, Wakapolres, Kompol Robert Arizal, Danramil 02 Tebingtinggi, Kapten Arh Isnanu, Mewakili Kakan Kemenag, H Jasmail SAg dan lainnya. Tampak hadir juga pimpinan Pondok Pesantren Jabal Nur, Kandis, Siak, Robitoh Alam Hadi Faisal SHi MM, ustadz, Idris Ahmad, Ustadz Ayub dan sejumlah donatur tetap dalam kemajuan Ponpes Darul Fikri.

 

Dalam milad tersebut dilakukan pemotongan nasi tumpeng. Selain itu juga ditampilkan juga berbagai kreasi dari para santri. Pihak pondok juga mengundang seluruh wali santri. Sebelum acara, pihak pondok juga menggelar acara makan bersama seluruh tamu dan undangan. Karena dalam milad ke-3 pihak pondok menyembelih seekor sapi. 

 

Tingkatkan Kualitas 

 

Asisten I Setdaprov Riau, Drs H Masrul Kasmy MSi yang mewakili Gubernur Riau, Drs H Syamsuar MSi dalam sambutannya mengatakan bahwa sejalan semakin meningkatnya kualitas pendidikan agama saat ini sejalan dengan kesadaran para umarok atau pemimpin. Ia berharap para pemimpin negeri bisa terus mendukung meningkatnya kualitas pendidikan agama.

 

"Hari ini kecendrungan ilmu agama sudah mulai tinggi. Hal itu sejalan dari kesadaran para umarok. Kedepan kita berharap para pemimpin-pemimpin kita untuk bisa mendukung pendidikan agama lebih besar lagi," katanya.

 

Sehingga, kedepan terpilih para pemimpin yang fasih ilmu alqur'an. Dengan begitu akan lahir camat, bupati dan pejabat lainnya yang kuat mengamalkan agama. 

 

"Mengutip kata guru saya, seorang pemimpin yang berhasil adalah apakah ada, tidak masyarakat yang mendoakan secara ikhlas. Hari ini berbagai hal terbukti bahwa agama menjadi ujung untuk perbaikan bangsa. Jadi apa yang dilakukan Ponpes Darul Fikri sudah tepat. Selain bangunan dan fasilitas,  bagaimana kita juga meningkatkan kualitas. Kita doakan pemimpin Meranti fokus mendukung pendidikan keagamaan di daerah," harap Masrul.

 

Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan, Drs Muhammad Mahdi yang mewakili Bupati, H Muhammad Adil SH MM mendoakan agar dengan bertambahnya usia, membuat Ponpes Darul Fikri semakin maju dan semakin meningkatkan sumber daya manusia serta mampu mencetak penghafal Qur'an di Meranti. Karena dengan hadirnya ponpes ini telah membantu pemerintah dalam memajukan pendidikan daerah. 

 

"Sesuai dengan visi dan misi pemerintah daerah, bagaimana menciptakan manusia yang intelektual berbasis keagamaan. Kami juga berharap ilmu yang dipelajari dan didapat di pondok ini juga dapat menjadi manfaat bagi orang banyak. Kami dari pemda akan terus berupaya menyelaraskan program kerja pendidikan yang berbasis keagamaan. Kami juga mendukung seluruh pondok dan pusat keagamaan yang ada di meranti," kata Mahdi.

 

Pimpinan Pondok Jabal Nur Kandis, Siak,  Robitoh Alam Hadi Faisal SHi MH yang datang memberikan tausiah agama pada milad ke-3 tersebut juga sempat memberikan nama terhadap grup hadroh dari Ponpes Darul Fikri malam itu. Dimana nama Hadroh Al Fatih disematkan atas kesepakatan bersama. 

 

Sebelum memulai tabligh akbar dilantunkan shalawat tibil qulub agar seluruh undangan kembali bersemangat untuk mengikuti rangkaian acara. Ia juga mengusulkan kepada pimpinan Ponpes Darul Fikri untuk membuat pengajian khusus bagi para wali santri. Sehingga yang mondok tidak hanya anak-anak saja, tetapi juga para orang tua dan wali santrinya.

 

"Kalau anak masuk pondok,  orang tua di rumah juga harus bisa seperti anak pondok. Baik dalam menjalankan hidup, pakaian, maupun menjalankan ibadah. Kemudian buat pengajian khusus wali santri. Karena tidak mudah mengurus santri. Jadi, perlu dukungan wali santri. Kita jangan perhitungan untuk membantu pondok yang memberikan pendidikan bagi anak kita," harapnya.

 

Ia mengaku salut dengan perkembangan dan kemajuan Ponpes Darul Fikri. Karena baru berumur 3 tahun, sudah memiliki santri sebanyak 400 orang dan tenaga pendidik dan tenaga kerja sebanyak 110 orang. Kalau tidak didukung oleh masyarakat, tentunya tidak akan bisa maju seperti saat ini.

 

"Ponpes (Pondok Pesantren Jabal Nur) kami saja sudah berumur 17 tahun, siswanya sudah 800 orang. Jika dibandingkan dengan perkembangan Ponpes Darul Fikri yang baru berumur 3 tahun, tentu sebuah kemajuan yang luar biasa dan patut diapresiasi," ucap Ustadz Robitoh Alam Hadi memberi apresiasi. ***



Bagikan :
Bagikan tulisan ( berita/opini ) anda ke TIM Redaksi kami
Email : redaksi@menitriau.com
(Sertakan Foto dan Data Diri Anda)